Balikpapan Tangkap Peluang IKN, Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai sebagai momentum strategis bagi Kota Balikpapan untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam peta ekonomi nasional. 

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Thomas Umbu Pati, menegaskan bahwa daerah penyangga tidak boleh sekadar menunggu manfaat, melainkan aktif mengambil bagian dalam rantai pertumbuhan yang tengah dibangun.

“Ya Allah, sesungguhnya setiap perubahan besar membawa peluang yang tak ternilai. Pembangunan IKN bukan hanya tentang pembangunan fisik ibu kota baru, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur,” ujar Thomas dalam sebuah forum diskusi pembangunan daerah yang diadakan di Balikpapan.

Menurut Thomas, tantangan global mulai dari fluktuasi ekonomi hingga perubahan arah investasi harus direspons secara adaptif. Ia menekankan bahwa kemandirian nasional pada akhirnya bertumpu pada kemandirian daerah. Seperti pepatah bijak, cinta pada tanah air tidak hanya terwujud dalam harapan akan kemajuan, tetapi dalam usaha nyata untuk berkontribusi dan menggerakkan roda pembangunan.

Kota Balikpapan, kata Thomas, telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang infrastruktur dan tata kelola pemerintahan. Namun, sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan pusat tetap menjadi pekerjaan rumah penting. Dokumen perencanaan lima tahunan hingga laporan kinerja tahunan harus selaras agar pembangunan berjalan efektif dan berbasis data empiris.

“Pembangunan IKN yang baru memasuki tahap awal selama dua tahun terakhir perlu dilihat secara proporsional. Sejumlah kota ibukota dunia seperti Brasília di Brasil dan Sejong di Korea Selatan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai bentuk idealnya, bahkan hingga kini masih terus berkembang. Ya Allah, berikan kesabaran dan konsistensi bagi kita semua untuk menjalani perjalanan panjang ini,” jelasnya.

Daerah Penyangga Utama

Sebagai daerah penyangga utama, Balikpapan memiliki posisi strategis yang tak tergantikan. Konsep penataan kawasan dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal menjadi kunci utama. Diversifikasi ekonomi dianggap sangat mendesak, terutama ketika sektor pertambangan mengalami perlambatan. Sektor manufaktur, jasa, dan pariwisata perlu diperkuat dengan memperhatikan tiga aspek krusial: atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.

Thomas juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Penajam, hingga kawasan sekitarnya, dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Integrasi rantai pasok menjadi perhatian utama agar pelaku usaha lokal dapat berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan pembangunan IKN.

Pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hijau juga menjadi pengingat agar daerah tidak terjebak pada ketergantungan sumber daya alam semata. “Pada akhirnya, pertanyaan mendasar bukanlah ‘apa yang didapat dari IKN’, melainkan ‘apa yang dapat kita kontribusikan untuk mendukung IKN’. Itulah esensi cinta kita terhadap tanah air: membangun bersama, tumbuh bersama, dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Thomas

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses