Balikpapan Terdepan Kembangkan Koperasi Merah Putih, Dukungan Lahan Jadi Kunci

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kota Balikpapan dinilai menjadi salah satu daerah dengan progres paling menjanjikan dalam pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP), meski dihadapkan pada tantangan klasik berupa keterbatasan lahan.

Penilaian tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, saat melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Balikpapan dan diterima Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, Jum’at (10/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Trenggono mengapresiasi komitmen Pemkot Balikpapan dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Ia menilai kesiapan Balikpapan dalam penyediaan lahan relatif lebih baik dibandingkan sejumlah kota besar lain di Indonesia.

“Kendala terbesar di berbagai daerah adalah ketersediaan lahan. Namun Balikpapan termasuk yang cukup progresif dalam mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, kebutuhan lahan untuk pembangunan KMP idealnya mencapai 1.000 meter persegi. Meski demikian, secara teknis proyek masih dapat berjalan dengan luas minimal 600 meter persegi.

Trenggono menjelaskan, pendekatan pembangunan KMP kini tidak lagi berfokus pada kawasan strategis bernilai ekonomi tinggi, melainkan diarahkan ke titik-titik yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat di tingkat kelurahan.

Secara nasional, jumlah KMP saat ini telah mencapai sekitar 4.300 unit dan direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan April 2026.

Program ini membawa konsep berbeda dibanding koperasi konvensional. Masyarakat dapat menjadi anggota tanpa kewajiban iuran, serta memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau karena tidak dibebani pajak tertentu.

Selain itu, keberadaan KMP juga dirancang untuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bukan menjadi pesaing.

“UMKM dan warung justru akan menjadi bagian dari rantai distribusi koperasi. Ini konsep penguatan, bukan persaingan,” kata Trenggono.

Satu Koperasi Rampung

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa pembangunan KMP di daerahnya terus menunjukkan perkembangan signifikan. Satu unit koperasi di Kelurahan Graha Indah telah rampung sepenuhnya, sementara 16 lokasi lainnya tengah dalam tahap persiapan.

Pemerintah kota menargetkan sedikitnya 10 KMP dapat berdiri hingga Juni 2026. Saat ini, aktivitas koperasi bahkan telah berjalan di 34 kelurahan meski belum seluruhnya memiliki gedung permanen.

Data mencatat, transaksi yang terjadi telah mencapai lebih dari 500 kali dengan nilai melampaui Rp500 juta, meliputi komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji.

Namun demikian, persoalan lahan masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah lokasi potensial berada di bawah kewenangan kementerian, BUMN, hingga TNI, sehingga memerlukan koordinasi lintas instansi.

“Kami sudah mengajukan permohonan ke pemerintah pusat, termasuk untuk pemanfaatan lahan milik BUMN dan TNI. Dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti langsung,” ujar Bagus.

Dengan capaian tersebut, Balikpapan diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengembangan Koperasi Merah Putih, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di tingkat kelurahan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses