Bandara SAMS Balikpapan Layani 23 Ribu Penumpang di Momen Puncak Arus Balik Lebaran

Puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan diprediksi terjadi hari ini dengan pergerakan penumpang mencapai 23.000 orang. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com— Puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan diprediksi terjadi hari ini dengan pergerakan penumpang mencapai 23.000 orang. Lonjakan didominasi penumpang yang datang ke Balikpapan maupun yang kembali ke kota perantauan.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan arus balik tahun ini menunjukkan tren peningkatan, terutama dari kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Tarakan, dan Yogyakarta.

“Pergerakan penumpang pada arus balik didominasi kedatangan dari kota-kota tersebut,” ujarnya.

Secara kumulatif, selama periode angkutan Lebaran H-7 hingga H+6, jumlah penumpang tercatat mencapai 244.113 orang. Angka ini meningkat 6,9 persen dibandingkan 2019 dan naik 2,3 persen dibandingkan 2025.

Apa Kata Warga?

Di tengah lonjakan tersebut, sejumlah penumpang memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan dan tingginya harga tiket. Salah satunya Damara Alifka Fadani, mahasiswa tujuan Surabaya, yang mengaku memesan tiket lebih cepat agar lebih terjangkau.

“Balik untuk kuliah lagi. Dapat tiket sekitar Rp1,3 juta karena belinya lebih awal. Kalau mendekati hari keberangkatan biasanya lebih mahal,” ujarnya.

Ia menilai kondisi arus balik tahun ini masih relatif lancar tanpa kendala berarti, baik saat check-in maupun menjelang keberangkatan.

Hal serupa disampaikan penumpang lainnya, Aik Ramadhani, yang rutin pulang ke Balikpapan setiap Lebaran. “Setelah liburan selesai, ya kembali lagi ke tempat aktivitas,” katanya.

Fenomena arus balik ini didominasi pekerja dan mahasiswa yang kembali ke kota tujuan. Banyak di antara mereka berangkat lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan serta lonjakan harga tiket.

Sebelumnya, puncak arus mudik terjadi pada H-6 atau 14 Maret 2026 dengan 19.113 penumpang. Sementara pada arus balik, lonjakan tertinggi sebelum hari ini tercatat pada H+4 atau 25 Maret 2026 dengan sekitar 20.000 penumpang.

Pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan normal dengan optimalisasi layanan dan koordinasi bersama maskapai serta otoritas terkait. Bandara Sepinggan sendiri menjadi salah satu pintu utama mobilitas di kawasan timur Indonesia, termasuk dalam mendukung konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses