Bank Sampah Induk “BERSINERGI” Resmi Dibentuk, Perkuat Pengelolaan Sampah di Balikpapan Tengah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kecamatan Balikpapan Tengah kini memasuki babak baru. Pemerintah kecamatan resmi membentuk Bank Sampah Induk (BSI) yang diberi nama “BERSINERGI”, sebagai wadah koordinasi seluruh Bank Sampah Unit (BSU) yang tersebar di enam kelurahan.
Pembentukan BSI ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Bank Sampah yang dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Balikpapan Tengah, Netty Musriani. Kegiatan tersebut dihadiri dua perwakilan BSU dari masing-masing kelurahan, lurah, serta jajaran kecamatan.
“Fokus utama rakor adalah membahas konsep kelembagaan dan struktur kepengurusan BSI yang nantinya menjadi pusat penguatan manajemen sampah di tingkat kecamatan,” ujar Netty, Selasa (25/11/2025).
Dalam forum tersebut, sejumlah BSU mengungkapkan berbagai kendala yang selama ini menghambat operasional mereka. Mulai dari keterbatasan lahan penyimpanan, kekurangan SDM pengelola, tidak adanya pengepul tetap, hingga harga jual sampah yang tidak stabil. Kondisi itu membuat beberapa BSU tidak bisa berjalan optimal dan aktivitasnya naik turun.
Para pengelola BSU juga menyarankan agar pembinaan di tingkat kelurahan diperkuat sehingga bank sampah dapat beroperasi dengan standar yang sama. “Kami butuh dukungan untuk keberlanjutan kegiatan, terutama dalam pemasaran dan penentuan harga sampah,” ujar salah satu perwakilan BSU dalam rapat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Netty Musriani menegaskan bahwa pembentukan BSI justru menjadi solusi untuk menyatukan seluruh kekuatan BSU. Menurutnya, BSI akan berperan sebagai lembaga koordinatif yang mampu membantu BSU mengelola sistem lebih profesional.
“Keberadaan BSI diharapkan dapat membina, mengoordinir, dan memfasilitasi BSU. Termasuk memudahkan penjualan sampah terpilah kepada pihak ketiga agar harga lebih stabil dan nilai ekonomi sampah meningkat,” jelas Netty.
Ia menambahkan, BSI “BERSINERGI” dibentuk bukan dengan mengangkat salah satu BSU menjadi induk, melainkan melalui kepengurusan bersama yang melibatkan perwakilan dari seluruh unit. Dalam forum tersebut disepakati susunan kepengurusan dan menetapkan Santosa sebagai ketua BSI.
Selanjutnya, BSI “BERSINERGI” akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk membahas strategi pengembangan pasar, standarisasi harga sampah, serta memperkuat jaringan mitra pengepul.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh bank sampah yang terus aktif. Dari total 31 bank sampah yang ada, saat ini 22 di antaranya masih berjalan dan beroperasi dengan baik,” pungkas Netty.
Dengan terbentuknya BSI “BERSINERGI”, diharapkan pengelolaan sampah di Balikpapan Tengah dapat berjalan lebih efisien, terstruktur, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.***
BACA JUGA
