Baru Awal Tahun, Ratusan Kasus Narkoba Terungkap di Kaltim: 200 Tersangka, Delapan Kilogram Sabu Disita

Baru dua bulan memasuki 2026, Polda Kalimantan Timur sudah mengungkap 163 kasus narkotika dengan 200 tersangka diamankan. Dalam periode Januari–Februari saja, polisi menyita hampir delapan kilogram sabu dan sekitar 2.000 butir ekstasi. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Baru dua bulan memasuki 2026, Polda Kalimantan Timur sudah mengungkap 163 kasus narkotika dengan 200 tersangka diamankan. Dalam periode Januari–Februari saja, polisi menyita hampir delapan kilogram sabu dan sekitar 2.000 butir ekstasi.

Angka ini menunjukkan peredaran narkoba di Kaltim masih menjadi tantangan serius di awal tahun.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Romylus Tamtelahitu, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja bersama Direktorat Reserse Narkoba dan 10 satuan wilayah (satwil) di tingkat polres.

“Dalam waktu relatif singkat, kami berhasil mengungkap 163 perkara dengan 200 tersangka. Ini menunjukkan peredaran narkoba di Kaltim masih menjadi ancaman serius, sekaligus bukti komitmen kami untuk terus melakukan penindakan tegas,” ujar Romylus dalam konferensi pers di Balikpapan, Kamis (26/2).

Sabu dan Ekstasi Mendominasi

Dari seluruh pengungkapan itu, aparat menyita hampir delapan kilogram sabu. Selain itu, hampir 2.000 butir ekstasi dan sejumlah obat daftar C ilegal turut diamankan.

Menurut Romylus, variasi barang bukti tersebut menunjukkan bahwa jaringan peredaran di Kaltim tidak hanya terfokus pada satu jenis narkotika.

Empat wilayah menjadi sorotan dalam pengungkapan awal tahun ini, yakni: Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Berau. Penindakan juga dilakukan di Penajam Paser Utara dan Bontang.

Sebaran ini memperlihatkan peredaran narkoba masih terjadi di sejumlah kota dan kabupaten di Kaltim.

Polisi: Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Penindakan

Romylus menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian. Ini tanggung jawab bersama. Tanpa dukungan masyarakat, upaya ini tidak akan maksimal,” katanya.

Selain penindakan, pendekatan preventif melalui edukasi dan sosialisasi akan terus diperkuat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses