BCT Kian Padat, Warga Balikpapan Mulai Beralih ke Bus Kota
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Layanan angkutan massal Balikpapan City Trans (BCT) kian menunjukkan perannya sebagai tulang punggung transportasi publik di Kota Balikpapan.
Sepanjang tahun 2025, tingkat keterisian penumpang atau load factor BCT tercatat mencapai 117 persen, sebuah angka yang menandakan tingginya minat masyarakat menggunakan bus kota.
Capaian tersebut diungkapkan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat Ekspose Akhir Tahun 2025 yang dihadiri ribuan ketua RT se-Kota Balikpapan di Dome belum lama ini.
Menurut Rahmad, lonjakan jumlah penumpang terjadi hampir di seluruh koridor layanan BCT, terutama sejak pertengahan tahun.
Ia menjelaskan, pada Koridor A dan Koridor B, grafik penumpang menunjukkan tren kenaikan yang stabil sejak Agustus hingga November 2025. Kondisi ini menjadi sinyal adanya pergeseran pola mobilitas warga, dari yang sebelumnya mengandalkan kendaraan pribadi, mulai beralih ke transportasi publik.
“Load factor yang melampaui 100 persen menjadi indikator bahwa masyarakat mulai percaya dan nyaman menggunakan angkutan massal. Ini langkah penting untuk menekan kemacetan dan mengurangi emisi,” ujar Rahmad.
Layani Rute Strategis
Saat ini, Balikpapan City Trans mengoperasikan 19 unit armada aktif yang melayani rute-rute strategis kota. Koridor A menghubungkan Pelabuhan Semayang dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Koridor B melayani rute Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono, sementara Koridor C menghubungkan Terminal Batu Ampar dengan kawasan Ahmad Yani. Selain armada utama, dua unit bus juga disiagakan sebagai cadangan untuk menjaga keandalan operasional, khususnya pada jam-jam sibuk.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna, Pemerintah Kota Balikpapan turut melakukan pembenahan sarana pendukung transportasi publik. Sejumlah halte BCT di titik-titik strategis, seperti kawasan Kantor Pos dan Puskib, direvitalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Rahmad menegaskan, pengembangan angkutan massal tidak hanya berfokus pada penambahan armada, tetapi juga mencakup rekayasa lalu lintas dan integrasi antarmoda. Penataan halte, jalur, serta konektivitas dengan moda transportasi lain menjadi bagian dari strategi menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama warga.
“Transportasi publik harus nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi. Itu yang terus kami dorong agar mobilitas warga semakin efisien,” katanya.
Melalui penguatan layanan Balikpapan City Trans dan penataan lalu lintas yang berkelanjutan, Pemkot Balikpapan berharap sistem transportasi kota semakin tertib, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.***
BACA JUGA
