Bekantan Muncul di Pemukiman Padat Gunung Sari Balikpapan, BKSDA Siap Translokasi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Bekantan hewan dilindungi merupakan hal yang menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Biasanya keberadaan di area hutan bakau. Mereka hidup berkelompok.
Tapi bagaimana kalau bekantan liar ini hidup ditengah perkotaan, hidup di tengah-tengah pemukiman padat? Penulis menjadi saksi keberadaan bekantan dewasa.
Bekantan ini hidup di sekitar area pemukiman yang masih terdapat lahan kosong dengan pepohonan cukup lebat namun tidak dapat dijangkau masyarakat.
Penulis sempat memergoki bekantan sedang makan buah rambutan yang masih hijau (belum matang) di RT 30 nomor 60 Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI) Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Selasa (16/12/2025). Penulis yang juga menyaksikan setiap hari bekas sisa buah rambutan yang dijatuh di halaman rumah.
“Kakak pikir ada anak-anak kecil de yang ambil, ternyata monyet atau apa itu,” ucap Andiani pemilik pohon rambutan yang tinggal di RT 30 Kelurahan GSI.
Bahkan sejumlah warga di RT 30 melalui grup RT sempat melihat secara tidak sengaja dan mengabadikan dengan ponsel.
Sehingga kini menjadi obrolan warga grup RT 30. Hewan dilindungi kini menjadi masyarakat di lingkungan kami tinggal.
Keberadaan bekantan sendiri diperkirakan sudah lebih dari sebulan. Sebab sejak awal November 2025 pohon rambutan yang sedang berbuah mulai dimakan dan menjadi santapan setiap pagi atau siang. Terutama saat kondisi lingkungan sedang sepi.
Media Inibalikpapan.com sempat menghubungi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi
Kaltim Ari Wibawanto mengatakan pihak akan merespon laporan tersebut.
“Kami akan turun kan tim. Nanti ada yang akan menghubungi ya mas, ” ucapnya, Selasa (16/12/2025).
Turunkan Tim Ke Lokasi
Sementara itu, Bambang Kepala Seksi KSDA Wilayah III Balikpapan, BKSDA Kalimantan Timur kepada Inibalikpapan.com bilang akan menurunkan tim untuk di translokasi.
“Tim sedang dipersiapkan untuk rencana translokasi Bekantan ya,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan person dan peralatan untuk mengamankan bekantan dewasa ini.
“Kemungkinan dia terpisah dari kelompoknya. Hewan ini hidupnya berkelompok. Dan hewan takut dengan orang tapi tidak membahayakan,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada temuan kasus serupa. Bambang berharap masyarakat tidak menganggu atau melakukan sesuatu yang membuat hewan tersebut terluka atau mati.
“Besok kami rencana kan turun ke lokasi, ” tandasnya.***
BACA JUGA
