Belasan Dapur MBG di Balikpapan Dihentikan Sementara, Begini Penjelasan Kepala Disdikbud
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Penyaluran makanan bergizi gratis di sejumlah sekolah di Balikpapan resmi dihentikan sementara. Kebijakan ini terjadi setelah adanya penyesuaian operasional pada 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang selama ini menjadi penopang utama program tersebut.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Puluhan sekolah yang sebelumnya rutin menerima pasokan makanan kini harus berhenti sementara, membuat siswa tidak lagi mendapatkan asupan tambahan dari program tersebut.
“Memang ada dampaknya, terutama bagi siswa yang untuk sementara tidak menerima makanan bergizi gratis. Namun langkah ini merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas layanan, agar ke depan makanan yang diberikan lebih baik dan aman dikonsumsi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik.
Dihentikan karena Pembenahan Sistem, Bukan Dihapus
Penghentian ini dilakukan untuk pembenahan sistem, terutama terkait standar pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pemerintah ingin memastikan proses produksi makanan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman dari sisi kebersihan dan lingkungan.
Menurut Irfan, program ini tidak bisa berjalan setengah-setengah. Pemerintah memilih menghentikan sementara agar perbaikan bisa dilakukan menyeluruh, daripada tetap berjalan tapi berisiko di kemudian hari.
Di sisi lain, momen penghentian dinilai masih bisa ditoleransi karena siswa SD dan SMP saat ini sedang memasuki masa ujian, sehingga aktivitas belajar lebih terfokus pada evaluasi akademik.
Pemkot Targetkan Kembali Jalan dengan Standar Lebih Tinggi
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan penghentian ini hanya bersifat sementara. Setelah proses penyesuaian selesai, distribusi makanan bergizi akan kembali berjalan dengan kualitas yang lebih terjamin—baik dari sisi gizi, keamanan konsumsi, maupun pengelolaan lingkungan.
Langkah ini menunjukkan bahwa program tidak hanya mengejar keberlanjutan, tetapi juga kualitas. Harapan Irfan, saat kembali berjalan nanti, manfaat yang dirasakan siswa bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.***
BACA JUGA
