BI Kaltim Siapkan Strategi 4K dan Aplikasi Mandau Berbasis AI untuk Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur mempertegas komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Jumat (6/3/2026), fokus utama diarahkan pada penguatan pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menekankan pentingnya sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Strategi 4K dan Sentuhan Teknologi AI
BI Kaltim memastikan pengendalian harga komoditas strategis akan dilakukan secara ketat melalui Strategi 4K, yaitu:
- Ketersediaan Pasokan: Memastikan stok bahan pokok mencukupi kebutuhan warga.
- Keterjangkauan Harga: Menjaga agar harga tetap dalam batas wajar.
- Kelancaran Distribusi: Meminimalkan hambatan logistik antarwilayah.
- Komunikasi Efektif: Memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat guna mencegah panic buying.
Inovasi menarik dalam pengendalian inflasi tahun ini adalah pengoptimalan aplikasi Mandau (Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama) Kaltim.
Aplikasi ini kini terintegrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan pemantauan harga secara real-time dan lintas instansi secara lebih responsif.
Akselerasi Digitalisasi Lewat QRIS dan KKI
Selain inflasi, penguatan TP2DD menjadi prioritas untuk mempercepat transformasi digital di Kaltim. Tren transaksi non-tunai di Bumi Etam menunjukkan grafik positif, yang akan terus didorong melalui:
- Perluasan QRIS: Mempermudah pembayaran digital di berbagai sektor masyarakat.
- Kartu Kredit Indonesia (KKI): Mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) untuk transparansi anggaran.
- Peningkatan Layanan Digital: Memperkuat sistem informasi pengelolaan keuangan daerah agar lebih efisien dan akuntabel.
Sinergi untuk Ketahanan Ekonomi
Jajang meyakini bahwa keterpaduan langkah antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan membuka peluang besar bagi ketahanan ekonomi daerah.
“Kami meyakini melalui sinergi yang kuat, berbagai tantangan ke depan dapat dikelola dengan baik, sekaligus membuka peluang untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ungkap Jajang dikutip dari laman Pemprov
Dengan komitmen ini, seluruh pemda di Kalimantan Timur siap mengawal stabilitas harga dan memastikan pelayanan publik berbasis digital berjalan optimal menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
BACA JUGA
