BMKG Imbau Warga Pesisir Kaltim Waspada Puncak Musim Hujan dan Gelombang Laut

awan tipis
Pantauan cuaca langsung di atas langit Sepinggan pagi pukul 08.00 WITA berawan tipis. Foto:Inibalikpapan/santri)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kalimantan Timur, khususnya warga pesisir dan pengguna transportasi laut. Agar meningkatkan kewaspadaan selama Maret 2026 yang merupakan puncak musim hujan di wilayah tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan secara klimatologis bulan Maret memang menjadi periode dengan curah hujan tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Artinya dibandingkan bulan sebelumnya, curah hujan di bulan Maret biasanya lebih tinggi. Sementara pada bulan April mulai mengalami penurunan,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Selain peningkatan curah hujan, BMKG juga mencatat potensi kenaikan tinggi gelombang di perairan sekitar Balikpapan. Berdasarkan data pengamatan sekitar 25 tahun terakhir, tinggi gelombang pada bulan Maret umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2 meter.

Meski masih tergolong kondisi normal untuk wilayah tersebut, Djoko mengingatkan nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut agar tetap berhati-hati terhadap perubahan kondisi cuaca.

BMKG juga menyoroti potensi kenaikan muka air laut yang dipengaruhi fase bulan baru serta posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi. Fenomena ini dapat memicu pasang air laut lebih tinggi dari biasanya.

Menurut Djoko, periode pasang tinggi diperkirakan mulai terjadi sekitar 20 Maret 2026. Kenaikan muka air laut tertinggi diprediksi terjadi di wilayah Sungai Berau, diikuti wilayah Balikpapan dan Sungai Mahakam dengan potensi kenaikan air mencapai sekitar 2,7 meter.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah kawasan pesisir apabila bertepatan dengan pasang maksimum.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir rob maupun genangan air di beberapa lokasi. Nelayan dan pelaku aktivitas laut juga diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG. Guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat selama musim hujan.

Dengan kesiapsiagaan dan pemantauan cuaca secara berkala. Diharapkan potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Timur dapat diminimalkan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses