BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan di Balikpapan, Warga Rawan Banjir Diminta Siaga Januari Ini

Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan. Sumber Foto: Photo by Burak The Weekender: https://www.pexels.com/photo/brown-wooden-bench-1317258/

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan mendominasi Balikpapan sepanjang Januari. BMKG menyebut kota ini telah memasuki puncak musim hujan, sehingga warga di kawasan rawan banjir, longsor, hingga pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan sejak sekarang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan memastikan Balikpapan berada dalam periode puncak musim hujan.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan kondisi ini sebenarnya telah diprediksi sejak Oktober lalu dan kini mulai terasa dampaknya di lapangan.

“Pada bulan Januari ini, Balikpapan memang memasuki periode puncak musim hujan,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

BMKG mencatat curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur diperkirakan masih tinggi, termasuk Balikpapan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir, tanah longso. Hingga pohon tumbang, terutama di kawasan yang selama ini dikenal rawan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah setempat telah memasang rambu-rambu peringatan banjir di beberapa titik. Namun, BMKG mengingatkan kewaspadaan warga tetap menjadi kunci utama.

Untuk wilayah pesisir Balikpapan, BMKG memprediksi tinggi gelombang laut masih dalam kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1 meter dalam sepekan ke depan.

Meski demikian, warga pesisir dan nelayan tetap diminta berhati-hati. Angin kencang yang berpotensi muncul dapat memperbesar dampak gelombang dan memengaruhi aktivitas di perairan.

“Angin kencang bisa menambah dampak tinggi gelombang yang terjadi di wilayah perairan Kaltim,” kata Carolina.

BMKG mengimbau warga Balikpapan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan menyiapkan langkah antisipasi sederhana di lingkungan masing-masing. Dengan kesiapsiagaan sejak awal, risiko akibat cuaca ekstrem di puncak musim hujan diharapkan bisa diminimalkan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses