BNNP Kaltim Geledah Dua Rumah di Margasari, Libatkan Anjing K-9

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim bersama sejumlah pihak melakukan penggeledahan di dua rumah yang diduga terkait jaringan narkoba besar, Kamis (5/12).
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim bersama sejumlah pihak melakukan penggeledahan di dua rumah yang diduga terkait jaringan narkoba besar dengan menggunakan anjing pelacak K-9, Kamis (5/12). Foto: Istimewa

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Upaya memberantas peredaran narkoba terus digencarkan di Kalimantan Timur. Kali ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim bersama sejumlah pihak melakukan penggeledahan di dua rumah terkait jaringan narkoba besar, Kamis (5/12).

Operasi ini bahkan melibatkan anjing pelacak K-9 untuk memaksimalkan pencarian barang bukti. Pelaksanaan penggeledahan di rumah tersangka berinisial HRS di Jalan Kampung Atas Air No. 28 RT 29, yang kini masuk daftar buron, serta rumah tersangka KMN di No. 63 RT 30.

Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, mengatakan penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya membongkar jaringan narkoba berskala besar.

“Jaringan ini terhubung dengan Malaysia, Pontianak (Kalbar), Nunukan (Kaltara), dan Pinrang (Sulsel),” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun belum ada penemuan barang bukti tambahan, dugaan kuat bahwa lokasi ini kuat menjadi tempat penyimpanan sisa barang hasil tangkapan sebelumnya.

“Kami juga serentak melakukan penggeledahan di Nunukan, Pontianak, dan Pinrang untuk mengejar jaringan ini,” tambahnya.

Rudi menyebutkan bahwa sebelumnya telah mengamankan 2,1 kilogram sabu di Paser, Kabupaten Tanah Grogot. Berdasarkan analisis, pelaku mencoba membuka jalur baru dari Kuching, Malaysia, melalui Kalimantan Tengah, setelah perketatan jalur utara oleh aparat.

“Para pelaku terus mencari celah. Namun, kami sudah menangkap tiga tersangka, yakni pemodal, pengendali, dan kurir. Saat ini, kami masih memburu pengendali utama berinisial HRS,” jelasnya.

Rudi menegaskan pemerintah tidak akan kalah dalam memerangi narkoba, sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo.

“Indonesia sering jadi target pasar narkoba karena dianggap potensial. Kami akan terus berupaya memberantas jaringan ini, baik yang beroperasi di Kaltim maupun wilayah lainnya,” tutupnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses