Borneo FC Tumbang di Ternate, Fabio Lefundes Kritik Tajam Kinerja Wasit dan Penggunaan VAR

Fabio Lefundes / Borneo FC
Fabio Lefundes / Borneo FC

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, menilai kekalahan timnya dari tuan rumah Malut United FC lebih disebabkan oleh kesalahan sendiri, meski ia juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (28/12/2025), Pesut Etam harus menelan kekalahan 2-3, meski sempat dua kali unggul lebih dulu sebelum akhirnya dibalikkan oleh tim asuhan Hendri Susilo.

Menurut Lefundes, para pemainnya sudah bekerja keras dan mampu mengontrol jalannya pertandingan dalam banyak fase. Namun, kesalahan fatal membuat Borneo FC gagal membawa pulang poin.

“Kita lakukan satu pertandingan yang bagus. Kita kontrol pertandingan selama pemain bisa tampil dengan baik. Tapi kita bikin beberapa kesalahan,” ujar Lefundes, dikutip dari laman resmi klub.

“Kita bikin beberapa kesalahan fatal dan itu tidak boleh terjadi kalau mau tetap di papan atas, apalagi melawan tim dengan kualitas bagus. Kita cetak dua gol dan juga menciptakan banyak peluang,” tambah pelatih asal Brasil tersebut.

Soroti Wasit dan VAR

Selain mengevaluasi performa tim, Lefundes secara terbuka menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil, khususnya terkait pemanfaatan Video Assistant Referee (VAR) yang dianggap tidak maksimal.

“Kita selalu minta pertandingan yang fair, bukan hanya di pertandingan seperti ini. Kita bisa menerima kekalahan, tapi kalau ada kesalahan non-teknis, itu pasti sulit,” tegasnya.

Ia menilai, pada proses terjadinya gol ketiga Malut United, terdapat dua momen yang menurut pihak Borneo FC merupakan pelanggaran, namun tidak ditinjau secara menyeluruh melalui VAR.

“Harus dicek dan dicek secara komplit lewat VAR untuk memutuskan salah atau benar. Apalagi sudah ada komunikasi radio di tim wasit. Untuk itulah VAR, supaya sepak bola Indonesia bisa maju dan tetap fair,” tandas Lefundes.

Meski kecewa, Lefundes menegaskan dirinya tetap menghormati hasil pertandingan, namun berharap ke depan standar keadilan dan profesionalisme perwasitan semakin meningkat di kompetisi BRI Super League.

Sementara, gelandang serang Borneo FC kelahiran Ternate, Muhammad Sihran mengatakan sudah bekerja keras tetap namun belum mendapatkan hasil yang belum maksimal.

“Kita terus belajar dari kesalahan yang kita perbuat dan tetap fight sampai Super League selesai dengan target kita sendiri,”tegasnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses