BPBD Balikpapan Respons Hujatan Warga Saat Penanganan Kebakaran, Utamakan Pelayanan Humanis
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, menanggapi fenomena hujatan warga yang kerap muncul saat petugas melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
Ia menilai, reaksi tersebut merupakan hal yang wajar terjadi dalam situasi darurat.
Menurut Usman, dalam setiap peristiwa kebakaran, kondisi psikologis warga yang terdampak tidak bisa dipisahkan dari tekanan emosional yang tinggi. Terlebih ketika api membesar dan melalap rumah, khususnya bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar.
“Di satu sisi ada masyarakat yang mungkin merasa kurang puas lalu melontarkan kritik bahkan hujatan. Tapi di sisi lain, tidak sedikit juga yang memberikan apresiasi. Bagi kami, itu hal yang biasa,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, BPBD tetap berpegang pada arahan Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Wali Kota, untuk selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terpengaruh situasi di lapangan.
Memahami Dengan Bijak
Dalam kondisi darurat, kata dia, warga bisa menunjukkan beragam reaksi, mulai dari panik, menangis, berteriak, hingga meluapkan emosi kepada petugas. Hal itu dinilai sebagai respons spontan akibat tekanan psikologis yang muncul saat menghadapi musibah.
“Secara psikologis, itu sangat manusiawi. Ketika melihat api besar dan rumah terbakar, orang bisa bereaksi berbeda-beda. Kami memahami itu dan menyikapinya dengan bijak,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pemberian efek jera bagi warga yang melontarkan hujatan, Usman menyebut hingga saat ini BPBD belum pernah menerapkan langkah tersebut. Pendekatan yang dilakukan tetap mengutamakan sisi kemanusiaan.
“Kami belum pernah memberikan efek jera. Fokus kami adalah bagaimana memadamkan api secepat mungkin, menyelesaikan tugas dengan baik, dan meminimalkan kerugian masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa profesionalitas petugas menjadi kunci utama dalam setiap penanganan bencana. Dalam situasi genting, petugas dituntut tetap bekerja dengan tenang, sigap, dan penuh keikhlasan.
Usman berharap masyarakat dapat memahami kondisi di lapangan serta memberikan dukungan kepada petugas yang tengah berupaya maksimal menangani kebakaran.
“Yang terpenting bagi kami adalah bekerja dengan hati, memberikan pelayanan terbaik, dan memastikan keselamatan warga. Itu yang selalu kami pegang,” tuturnya.
Peristiwa kebakaran sendiri masih menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi di Balikpapan, terutama di kawasan permukiman padat. Karena itu, sinergi antara petugas dan masyarakat dinilai penting dalam upaya penanganan maupun pencegahan ke depan.***
BACA JUGA
