BPBD Balikpapan Siaga 24 Jam, Warga Diimbau Waspada Risiko Kebakaran Saat Ramadan

Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com— Memasuki bulan suci Ramadan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Kesiapsiagaan dilakukan penuh selama 24 jam dengan mengaktifkan enam pos yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menegaskan bahwa pihaknya tidak menambah jam operasional, namun memperkuat pola koordinasi dan kesiapan personel selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kita tetap bersiaga 24 jam dengan enam pos aktif. Ini bagian dari upaya antisipasi, terutama di wilayah barat yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi,” ujar Usman Ali, Jumat (27/2/2026).

Menurut dia, meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Aktivitas memasak pada waktu sahur, yang kerap dilakukan dini hari atau menjelang subuh, berisiko memicu kelalaian.

“Di bulan Ramadan, ada peningkatan aktivitas memasak pada tengah malam atau subuh. Kondisi tubuh yang mengantuk bisa menyebabkan kelalaian, misalnya lupa mematikan kompor atau peralatan listrik. Ini yang harus benar-benar dicermati,” katanya.

Usman mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, memastikan kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan dapur dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Ia menekankan bahwa sebagian besar kasus kebakaran permukiman dipicu oleh faktor kelalaian manusia.

Selain kesiapsiagaan di pos, BPBD juga tetap melaksanakan patroli rutin ke sejumlah wilayah rawan. Dalam waktu dekat, BPBD berencana menggelar apel siaga Ramadan sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor.

“Kita sedang mematangkan rencana apel siaga Ramadan. Masih kita koordinasikan apakah nanti melibatkan TNI dan Polri. Intinya, kita ingin memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Ramadan sejatinya menjadi waktu untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab, termasuk dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar. Kewaspadaan, kata dia, merupakan bentuk kasih sayang terhadap keluarga dan sesama.

“Menjaga rumah tetap aman adalah bagian dari cinta kepada keluarga. Jangan sampai kelalaian kecil berujung musibah besar,” tutur Usman.

BPBD berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, risiko kebakaran selama Ramadan dan Idul Fitri diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses