BPPDRD Balikpapan Permudah Warga Bayar PBB hingga PKB, Digitalisasi Layanan Diperkuat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggenjot pendapatan daerah melalui berbagai inovasi layanan perpajakan. Terbaru, Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Samsat PPRD UPT Balikpapan dari Badan Pengelola Pajak Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan mobil pajak keliling.
Layanan ini menyediakan loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, mengatakan program ini merupakan strategi intensifikasi pajak daerah sekaligus pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan proaktif.
“Kami tidak ingin masyarakat kesulitan membayar pajak hanya karena lokasi layanan jauh. Karena itu, kami yang datang langsung ke tengah-tengah warga,” ujarnya, Rabu (23/07/2025).
Akses Lebih Mudah untuk Warga
Mobil layanan pajak akan beroperasi secara bergilir di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan permukiman padat penduduk, pusat kegiatan masyarakat, hingga wilayah pinggiran kota. Warga cukup membawa dokumen pendukung seperti identitas diri dan bukti kepemilikan kendaraan atau tanah.
Dengan sistem ini, masyarakat bisa menunaikan kewajiban pajak tanpa harus antre panjang di kantor pelayanan. Idham menegaskan, kemudahan akses diharapkan mampu mendorong warga untuk lebih disiplin dalam membayar pajak.
“Kami ingin menciptakan budaya sadar pajak yang tumbuh dari kenyamanan dan kemudahan. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya taat, tapi juga merasa dihargai,” jelasnya.
Sinergi Pemkot dan Pemprov
Idham juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemkot Balikpapan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Melalui kerja sama ini, pelayanan menjadi lebih terpadu, sehingga warga bisa menyelesaikan berbagai kewajiban perpajakan dalam satu lokasi.
“Kolaborasi ini sangat strategis. Tidak hanya untuk pajak kendaraan bermotor, tapi juga untuk PBB yang selama ini masih banyak mengalami keterlambatan, terutama di wilayah pinggiran,” tambahnya.
Digitalisasi Layanan
Setiap unit mobil pajak keliling dilengkapi dengan sistem digital. Transaksi yang dilakukan langsung tercatat secara resmi dan masyarakat memperoleh bukti pembayaran di tempat. Inovasi ini, kata Idham, menjadi bagian dari agenda besar transformasi layanan publik dan digitalisasi pajak daerah yang dicanangkan Pemkot Balikpapan.
Selain itu, petugas di lapangan tidak hanya melayani pembayaran, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pajak daerah sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami bahwa pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk infrastruktur, pelayanan publik, dan fasilitas umum.
Target Tinggi Tahun Ini
Idham optimistis program mobil pajak keliling akan membantu Pemkot Balikpapan mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kami dari pemerintah mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan kemudahan ini demi kemajuan kota secara berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, kami yakin target penerimaan pajak daerah tahun ini bisa tercapai bahkan melampaui,” pungkasnya.***
BACA JUGA
