Brace Matheus Beri Kekalahan ke Sepuluh Persiba Balikpapan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Awan hitam kian pekat menyelimuti Stadion Batakan. Persiba Balikpapan terpaksa menelan kekalahan kesepuluh mereka di musim Championship 2025/2026 setelah ditekuk Persipura Jayapura dengan skor 1-2, Senin (12/1/2026) malam.
Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk “Tim Selicin Minyak” yang kini gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir. Hasil ini juga membuat posisi Persiba kian terhimpit di papan bawah klasemen.
Matheus da Silva Jadi Mimpi Buruk Tuan Rumah
Dalam laga yang digelar tanpa penonton tersebut, penyerang tajam asal Brasil, Matheus da Silva, menjadi bintang kemenangan Mutiara Hitam. Setelah bermain imbang di babak pertama, Matheus memecah kebuntuan pada menit ke-57.
Petaka bagi Persiba kembali hadir pada menit ke-76. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Matheus da Silva yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang, mengubah skor menjadi 0-2.
Persiba sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Kodai Nishihara pada masa injury time. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan kandang yang menyakitkan.
Persiba Terancam Degradasi, Persipura Intip Puncak
Kekalahan ini membuat posisi Persiba Balikpapan berada di ujung tanduk. Tim asuhan Muhammad Nasuha tertahan di peringkat ke-7 dengan koleksi 11 poin, jumlah yang sama dengan Persiku Kudus yang baru saja menang telak 4-1 atas BU Persipal.
Persiba kini hanya terpaut tiga poin dari PSIS Semarang yang berada di zona play-off degradasi. Tekanan besar kini berada di bahu manajemen dan pelatih untuk segera bangkit jika tidak ingin turun kasta.
Sebaliknya, Persipura Jayapura di bawah asuhan Rahmad Darmawan kini terbang tinggi. Tambahan tiga poin membuat mereka mengoleksi 32 poin dan menempel ketat papan atas:
- Barito Putera: 35 Poin (Peringkat 1)
- PSS Sleman: 33 Poin (Peringkat 2)
- Persipura Jayapura: 32 Poin (Peringkat 3)
Evaluasi Mendalam Muhammad Nasuha
Kekalahan kesepuluh ini menjadi sinyal bahaya bagi Beruang Madu. Kurangnya kreativitas dan rapuhnya lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Di sisi lain, kehadiran Michael Singgih yang baru direkrut diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan pada sisa putaran kedua nanti.
BACA JUGA
