Brimob Sambangi Gereja di Balikpapan, Ciptakan Rasa Aman dan Harmoni Antarumat Beragama

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com  – Dalam upaya memperkuat keamanan serta menciptakan hubungan harmonis antarwarga, Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan menyambangi sejumlah rumah ibadah umat Kristiani di Kota Balikpapan, Minggu (20/07/2025).

Kegiatan patroli ini difokuskan pada tiga titik strategis, yakni Gereja HKBP, Gereja Bukit Sion, dan Gereja Mawar Sharoon. Pelaksanaan patroli dilakukan secara humanis, bersifat preventif, dan diiringi dengan interaksi langsung bersama para jemaat yang tengah melaksanakan ibadah mingguan.

Menurut Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, SH, MH, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah proaktif Brimob untuk menciptakan rasa aman serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

“Tim patroli menyambangi dan bersilaturahmi dengan jemaat gereja, guna memberikan rasa aman serta menciptakan efek deteren terhadap potensi gangguan keamanan,” ungkap Kompol Iwan Pamuji.

Kehadiran Negara dalam Ruang Ibadah

Lebih dari sekadar kegiatan pengamanan, KRYD ini juga menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memastikan bahwa seluruh warga negara  tanpa memandang agama dan latar belakang  dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan khusyuk.

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menyampaikan bahwa Brimob tidak hanya hadir dalam situasi darurat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga suasana damai dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Balikpapan.

“Kami berharap melalui kegiatan patroli ini, masyarakat, khususnya umat Nasrani, dapat beribadah dengan tenang tanpa rasa khawatir. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir dan memberikan jaminan rasa aman,” ujar Kombes Pol Andy Rifai.

Menjaga Kamtibmas, Merawat Kebhinekaan

Balikpapan, sebagai kota yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya, memerlukan pendekatan keamanan yang tidak hanya berbasis kekuatan, tetapi juga pendekatan sosial dan emosional. Dengan menyentuh langsung komunitas-komunitas keagamaan, Satbrimob berupaya menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat Polri Presisi, yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.

“Kami ingin kehadiran aparat kepolisian dirasakan sebagai bagian dari keluarga masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga pelindung dan pengayom,” tambah Kompol Iwan.

Sinergi Brimob dan Umat Beragama

Kegiatan KRYD ini disambut positif oleh para jemaat dan pengurus gereja. Tidak hanya memberikan rasa aman, kehadiran petugas Brimob juga menjadi bentuk silaturahmi dan sinergi antara negara dan lembaga keagamaan dalam menjaga ketentraman sosial.

Sejumlah jemaat yang ditemui menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim patroli, yang dinilai membuat mereka merasa lebih nyaman dan dihargai sebagai bagian integral dari warga negara.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Dengan menjadikan rumah ibadah sebagai salah satu titik perhatian dalam kegiatan rutin, Brimob tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga merawat modal sosial bangsa: kerukunan umat beragama. Hal ini semakin penting di tengah potensi polarisasi sosial yang bisa saja tumbuh jika rasa saling percaya tidak dijaga.

Melalui langkah preventif yang konsisten, Brimob Polda Kaltim menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan, membangun komunikasi, dan menjalin kepercayaan antara masyarakat dan aparat negara. Ini bukan sekadar patroli  tetapi bagian dari narasi besar Indonesia dalam menjaga keberagaman dan harmoni sosial.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses