Budaya Kelola Sampah dari Rumah, Balikpapan Dorong Gerakan Lingkungan Berkelanjutan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang dimulai dari lingkup rumah tangga hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa kesadaran mengelola sampah kini telah menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat dan diperkuat melalui berbagai regulasi serta program berkelanjutan.
Menurut Bagus, penguatan kualitas lingkungan tidak hanya bertumpu pada kebijakan formal seperti peraturan wali kota, tetapi juga pada pembiasaan kolektif warga dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut perubahan perilaku menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di kota ini.
“Pengelolaan lingkungan tidak cukup hanya dengan aturan. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan masyarakat agar peduli dan bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” ujar Bagus, Minggu (1/3/2026).
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menanamkan budaya memilah dan membuang sampah sejak usia dini melalui Program Adiwiyata di sekolah-sekolah. Melalui program tersebut, siswa diajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan memahami dampak sampah terhadap lingkungan.
“Di setiap sekolah kita dorong adanya pengelolaan sampah yang baik. Anak-anak dibiasakan membuang sampah pada tempatnya dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Ini investasi jangka panjang,” jelasnya.
Gerakan serupa juga diterapkan di sektor perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta. Kesadaran kolektif tersebut diperkuat melalui lomba tahunan Clean Green and Healthy (CGH) atau Bersih, Hijau, dan Sehat yang melibatkan seluruh RT di Kota Balikpapan.
“Lomba CGH menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama di tingkat RT. Warga bersama-sama membersihkan lingkungan, membuat taman, dan mengelola sampah secara mandiri,” katanya.
Selain CGH, Pemkot juga menggulirkan program Kampung Asri dengan konsep Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. Salah satu kawasan yang berhasil meraih predikat tersebut adalah Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari, yang dinilai menjadi contoh nyata partisipasi warga dalam membangun lingkungan yang nyaman dan sehat.
Berbagai inovasi pun berkembang di tingkat RT, mulai dari penanaman tanaman obat keluarga (toga), pembentukan bank sampah, pemilahan sampah plastik, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos untuk pupuk pekarangan.
“Kalau lingkungan bersih dan sehat, maka kualitas hidup masyarakat juga meningkat. Kota menjadi lebih kondusif, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” tegasnya.
Bagus berharap budaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi agenda lomba, tetapi melekat sebagai gaya hidup masyarakat Balikpapan demi menjaga kota tetap hijau dan layak huni di masa depan.***
BACA JUGA
