Bukan Mundur, Bukan Dicopot: Istana Jelaskan Alasan Prabowo Ganti Sri Mulyani

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik empat jabatan menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Acara pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/09/2025). / BPMI Setpres

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Istana menegaskan, pergantian ini bukan karena Sri Mulyani mengundurkan diri atau dicopot secara sepihak, melainkan keputusan strategis yang diambil Presiden Prabowo

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut reshuffle kabinet merupakan hasil pertimbangan mendalam.  Karena juga bagian dari kewenangan Presiden.

“Ya bukan mundur, bukan dicopot. Bapak presiden selaku kepala negara dan pemerintahan tentunya kita semua paham bahwa beliau memiliki hak prerogatif maka kemudian atas evaluasi beliau memutuskan untuk melakukan perubahan formasi,” kata Prasetyo dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Konteks Politik dan Ekonomi

Pergantian Sri Mulyani terjadi di tengah gejolak politik nasional. Gelombang protes publik atas tunjangan besar anggota DPR membuat kebijakan fiskal pemerintah menjadi sorotan. Langkah Prabowo dinilai sebagai upaya menegaskan arah baru dalam pengelolaan keuangan negara.

Laporan Reuters menyebut penunjukan Purbaya terjadi setelah Sri Mulyani resmi tidak lagi menjabat. Sementara AP News menyoroti bahwa reshuffle kabinet dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap DPR dan tekanan ekonomi yang makin besar.

Dampak Pasar

Respon pasar keuangan terlihat cepat. Menurut catatan Reuters, indeks saham utama Indonesia sempat turun 1,3%, sementara nilai tukar rupiah justru menguat hingga 0,7% secara intraday. Analis menilai pasar menunggu arah kebijakan fiskal baru di bawah Purbaya.

Purbaya Yudhi Sadewa bukan nama asing di lingkaran ekonomi nasional. Mantan Kepala LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) ini dikenal sebagai ekonom senior yang kerap menyoroti isu stabilitas fiskal dan moneter.

Penunjukannya dipandang sebagai sinyal bahwa Prabowo ingin memperkuat kepercayaan pasar sekaligus menjaga kesinambungan kebijakan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses