Bukan Sekadar Medali, Inovasi Kilang Balikpapan Ini Hemat USD 7,2 Juta dan Pangkas Emisi 1.399 Ton CO₂

Inovasi dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Balikpapan kembali mengharumkan nama Indonesia di level dunia.
Tim inovasi PT KPI Unit Balikpapan berfoto bersama usai meraih Golden Medal di ajang IPITEX 2026, Bangkok, Thailand, mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kebanggaan Indonesia di kancah inovasi dunia. Foto: PT KPI

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Inovasi dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Balikpapan kembali mengharumkan nama Indonesia di level dunia. Inovasi produksi Pertadex yang dikembangkan para pekerja kilang sukses meraih Golden Medal dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Bangkok, Thailand, 5-9 Januari 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong. Selain Golden Medal, PT KPI Unit Balikpapan juga meraih kategori Invention Presentation dan Exhibiting Valuable Invention sebagai bentuk apresiasi atas kualitas inovasi yang ditampilkan.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyebut capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang.

“Inovasi adalah bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini menunjukkan semangat pekerja yang tidak pernah padam dalam menghadirkan solusi nyata,” ujar Anto.

Kilang Balikpapan Unjuk Gigi di Panggung Dunia

Tim inovasi ini diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, dan Deden Riskianandika, serta didampingi fasilitator Ferdana Eldriansyah, yang seluruhnya merupakan pekerja organik PT KPI Unit Balikpapan.

Ajang ini diikuti 883 inovasi dari 24 negara, mulai dari Jepang, Korea Selatan, China, Inggris, hingga Polandia. Di tengah persaingan ketat tersebut, inovasi dari Balikpapan justru mencuri perhatian juri internasional.

Tak hanya membawa pulang medali emas, tim Kilang Balikpapan juga menyabet Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R).

Dari Tantangan Produksi ke Solusi Nyata

Inovasi bertajuk Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications ini lahir dari tantangan nyata di lapangan.

Sebelumnya, proses produksi Pertadex dan Avtur berjalan dengan sistem dual stream yang memakan waktu dan sumber daya. Tim Kilang Balikpapan kemudian melakukan reformulasi proses menjadi single stream dengan dukungan dedicated line.

Hasilnya, produksi Pertadex meningkat tanpa mengganggu pasokan Avtur, sekaligus membuat proses lebih ringkas dan efisien.

Dampaknya Terasa: Produksi Lebih Cepat, Lingkungan Lebih Terjaga

Dari sisi operasional, waktu produksi berhasil dipangkas dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari. Kebutuhan flushing line berkurang, efisiensi meningkat, dan kualitas produk tetap memenuhi standar Worldwide Fuel Charter (WWFC).

Tak kalah penting, inovasi ini menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO₂ per tahun. Sebuah angka signifikan di tengah tuntutan industri energi yang semakin ramah lingkungan.

Secara bisnis, inovasi ini mencatatkan lifting 1,629 juta barel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga USD 7,2 juta.

Keikutsertaan di IPITEX 2026 menjadi penegasan bahwa Kilang Balikpapan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan daya saing global.

Bagi Balikpapan dan Kalimantan Timur, inovasi ini menunjukkan bahwa pekerja lokal mampu melahirkan solusi kelas dunia. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi energi global.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses