Cakupan Program Cek Kesehatan Gratis di Balikpapan Capai 85,97 Persen

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan Pemerintah Kota Balikpapan sejak Februari 2025 terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hingga Agustus ini, cakupan program sudah mencapai 85,97 persen, terutama untuk kategori dewasa berusia di atas 18 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa mayoritas peserta program CKG adalah perempuan. “Data kami menunjukkan, 69,8 persen peserta CKG adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 30,2 persen. Umumnya laki-laki beralasan sibuk bekerja sehingga tidak sempat datang ke puskesmas,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Tak hanya menyasar masyarakat dewasa, program ini juga diperluas ke kalangan pelajar. Seluruh siswa SD, SMP, SMA, pesantren, dan sekolah sederajat masuk dalam target pemeriksaan kesehatan. Setiap puskesmas ditugaskan memantau sekolah-sekolah di wilayah kerjanya masing-masing.

“Sudah semua sekolah masuk, hanya saja pelaksanaannya bertahap. Jadi siswa diperiksa bergiliran sesuai jadwal puskesmas,” terang Alwi.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Pemeriksaan meliputi status gizi, tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, hati, dan aspek kesehatan lainnya.

Namun, Alwi mengakui bahwa data hasil pemeriksaan untuk siswa masih dalam proses rekap manual dan belum terintegrasi dengan aplikasi seperti halnya CKG untuk peserta dewasa. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya program ini untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan anak-anak Balikpapan.

“Kasus diabetes dan hipertensi sekarang sudah ditemukan pada anak usia SD karena pola hidup. CKG ini penting agar kita bisa melakukan pencegahan sejak dini,” ungkapnya.

Alwi juga mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan pola makan anak di rumah. “Jangan biarkan anak sering jajan sembarangan, apalagi minum minuman bersoda atau berpemanis buatan dengan kadar gula tinggi,” pesannya.

Selain pemeriksaan, DKK Balikpapan juga rutin melakukan edukasi kesehatan langsung ke sekolah-sekolah. Meski begitu, Alwi menekankan bahwa peran keluarga tetap menjadi kunci utama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat.

“Edukasi dari sekolah penting, tapi kebiasaan sehat harus dimulai dari rumah,” pungkasnya.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses