Capaian Pajak Daerah Balikpapan Tembus 45 Persen, Pemkot Optimistis Kejar Target Rp 1,053 Triliun

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Hingga pertengahan tahun 2025, capaian pajak daerah Kota Balikpapan berhasil menembus angka 45 persen dari total target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp 1,053 triliun. Angka ini menjadi kabar baik sekaligus tantangan baru bagi pemerintah untuk menjaga momentum hingga akhir tahun.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, menilai capaian ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang mulai memahami pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan.

“Ini pencapaian yang patut kami syukuri, tapi belum waktunya berpuas diri. Semester kedua justru menjadi penentu apakah kita mampu menjaga ritme ini atau tidak,” ujarnya, Senin (28/07/2025).

Fokus Perkuat Data dan Digitalisasi

Untuk menjaga tren positif tersebut, BPPDRD telah menyusun berbagai langkah strategis. Mulai dari penguatan basis data wajib pajak, percepatan digitalisasi layanan, hingga peningkatan intensitas edukasi pajak kepada masyarakat serta pelaku usaha.

“Kami memanfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan dan meminimalisir kesalahan data. Dengan sistem digital, masyarakat bisa mengakses informasi pajak mereka secara transparan dan kapan saja,” jelas Idham.

Ia menambahkan, integrasi data dengan perangkat kelurahan dan kecamatan juga terus ditingkatkan agar tidak ada objek pajak yang terlewat.

Restoran dan PBB Jadi Andalan

Menurut Idham, sektor restoran serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menjadi tumpuan utama dalam pengumpulan pajak semester kedua. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya pembangunan kawasan perumahan, pusat kuliner, hingga properti komersial di Balikpapan.

“Kami sudah identifikasi beberapa titik potensi yang belum tergarap, khususnya di kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Tim kami aktif turun ke lapangan, memastikan semua objek pajak tercatat dengan benar,” tegasnya.

Edukasi dan Pendekatan Persuasif

Selain mengandalkan teknologi, BPPDRD juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif. Menurut Idham, kesadaran pajak akan lebih kuat jika dibangun melalui komunikasi dua arah dengan wajib pajak.

“Kami undang pelaku usaha dalam diskusi terbuka. Kami ingin mereka paham bahwa pajak yang mereka bayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, fasilitas publik, dan pelayanan yang lebih baik,” tambahnya.

Hingga akhir tahun, BPPDRD menargetkan minimal 95 persen realisasi PAD dapat tercapai. Meski tantangan ekonomi global dan dinamika usaha lokal masih menjadi hambatan, Idham tetap optimistis dengan strategi yang dijalankan.

“Kami yakin dengan kolaborasi semua pihak, target PAD bisa tercapai. Pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen penting untuk memastikan pembangunan di Balikpapan berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses