CAT ID Balikpapan Laporkan Program 2025, Edy Gunawan Tekankan Pentingnya Kolaborasi Sosial

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Komunitas CAT ID Kota Balikpapan menyampaikan laporan program kerja sepanjang 2025 kepada Dinas Sosial Kota Balikpapan. Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi dalam upaya memperluas pelayanan sosial, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Kota Balikpapan itu diterima langsung Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan. Dalam forum tersebut, perwakilan CAT ID memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir.

Sepanjang 2025, CAT ID fokus pada pendampingan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program yang dijalankan mencakup dukungan kebutuhan pendidikan, seperti penyediaan perlengkapan sekolah, pendampingan belajar, hingga bantuan saat terjadi bencana. Selain itu, komunitas yang digerakkan anak-anak muda ini juga aktif menggalang aksi sosial berbasis kerelawanan.

Ketua tim CAT ID menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berkelanjutan. Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan anak-anak tetap memiliki motivasi belajar serta lingkungan yang aman dan suportif.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengapresiasi kontribusi komunitas tersebut. Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial menjadi energi positif dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan sosial. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas. Anak-anak adalah tanggung jawab bersama, dan ketika anak muda ikut bergerak, dampaknya terasa langsung di masyarakat,” ujar Edy.

Dalam Sektor Pendidikan

Ia menilai, kolaborasi antara CAT ID dan Dinas Sosial selama 2025 telah memberikan manfaat nyata. Saat terjadi kebencanaan, relawan komunitas bergerak cepat membantu distribusi bantuan. Dalam sektor pendidikan, dukungan yang diberikan membantu meringankan beban keluarga rentan sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak.

Di tengah dinamika sosial perkotaan, Balikpapan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, menurut Edy, pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Pemerintah hadir melalui kebijakan dan program, sementara komunitas memperkuat sentuhan langsung di lapangan.

Ke depan, kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Fokus tidak hanya pada respons situasional, tetapi juga pada program pemberdayaan yang mendorong kemandirian anak dan keluarga penerima manfaat.

Bagi Kota Balikpapan, sinergi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kepedulian sosial. Dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, tumbuh harapan dan cinta sosial yang menjaga masa depan kota.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses