Cekcok Berujung Berdarah di Km 4 Balikpapan, Seorang Ibu di Batu Ampar Jadi Korban Penikaman Tetangga
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Aksi kekerasan menggunakan senjata tajam kembali menggegerkan warga Balikpapan Utara. Seorang ibu rumah tangga berinisial SU (52) harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban penyerangan oleh tetangganya sendiri di Jalan Soekarno-Hatta Km 4, Gang Tape, Kelurahan Batu Ampar, Sabtu (14/3/2026) siang.
Beruntung, tim gabungan dari Unit Jatanras Polsek Balikpapan Utara, Polresta Balikpapan, dan Polda Kaltim bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian.
Kronologi: Berawal dari Jemur Pakaian
Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Muhammad Rezsa, menjelaskan bahwa peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Kejadian bermula saat korban sedang menjemur pakaian di depan rumah kontrakannya.
Hubungan antara korban dan tersangka memang diketahui sudah lama tidak harmonis akibat kesalahpahaman. Saat keduanya bertemu, adu mulut tidak terelakkan hingga terjadi aksi saling dorong di teras rumah.
“Dalam kondisi emosi, tersangka melihat pisau dapur di lantai teras, lalu mengambilnya dan menyerang korban,” ujar Kompol Rezsa, Senin (16/3/2026).
Korban Luka Berat, Pelaku Sempat Mengunci Diri
Akibat serangan membabi buta tersebut, korban mengalami luka serius di bagian punggung, kepala, lengan kiri, dan dada. Warga yang melihat kejadian tersebut segera menolong korban dan membawanya ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) untuk perawatan intensif.
Sementara itu, tersangka sempat mencoba bersembunyi dengan masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Namun, petugas kepolisian yang tiba di lokasi berhasil membujuk tersangka hingga akhirnya menyerah tanpa perlawanan.
Pesan Kamtibmas: Hindari Emosi Sesaat
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur dan kini tersangka sedang menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolsek Balikpapan Utara.
Kompol Rezsa mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyelesaikan konflik bertetangga. “Perselisihan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan melalui dialog atau melibatkan aparat setempat. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
BACA JUGA
