Cerita Mudik Pekerja Balikpapan: Hendra dan 16 Rekannya Mudik ke Demak Difasilitasi Perusahaan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Gema mudik Lebaran 2026 mulai mewarnai sudut-sudut Kota Balikpapan. Bagi para perantau, momen ini adalah waktu yang paling dinanti untuk melepas rindu setelah berbulan-bulan mengadu nasib di Kota Beriman.
Kisah hangat datang dari Hendra, seorang pekerja asal Demak, Jawa Tengah. Setelah enam bulan membanting tulang di Balikpapan, ia akhirnya bisa bernapas lega karena tahun ini dipastikan bisa merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Mudik Gratis Fasilitas Perusahaan
Berbeda dengan pemudik yang harus berburu tiket secara mandiri, Hendra mengaku sangat terbantu karena perjalanan pulangnya difasilitasi penuh oleh perusahaan tempatnya bekerja.
“Alhamdulillah sudah enam bulan kerja di sini. Mau mudik ke Demak. Tiket dibelikan langsung oleh kantor,” ujarnya dengan raut wajah bahagia saat ditemui menjelang keberangkatan, Senin (16/3/2026).
Hendra tidak sendirian. Ia tergabung dalam rombongan besar yang terdiri dari 16 pekerja dari perusahaan yang sama. Dukungan akomodasi ini menjadi oase bagi para pekerja perantau di tengah kenaikan harga tiket transportasi menjelang puncak arus mudik.
Bela-belain Menginap Demi Jadwal Keberangkatan
Saking antusiasnya, rombongan pekerja ini sudah tiba di lokasi keberangkatan sejak Minggu (15/3/2026) malam. Demi memastikan tidak tertinggal jadwal, mereka rela bermalam di area sekitar lokasi sejak pukul 21.00 Wita.
“Kami sudah di sini dari jam 9 malam. Tadi sempat menginap juga sambil menunggu keberangkatan. Sejauh ini aman, tidak ada masalah kendala,” tutur Hendra.
Meski harus menempuh perjalanan panjang, semangat para perantau ini tidak luntur. Baginya, tiket seharga kurang lebih Rp376 ribu yang ditanggung perusahaan tersebut adalah bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi keringat yang mereka kucurkan selama merantau.
Janji Kembali Mengadu Nasib di Balikpapan
Bagi Hendra, Balikpapan tetap menjadi ladang harapan. Ia memastikan perjalanannya ke Demak hanyalah untuk melepas rindu sesaat. Setelah masa libur Lebaran usai, ia berkomitmen untuk kembali ke Balikpapan dan melanjutkan pekerjaannya.
“Rencananya setelah libur Lebaran akan balik lagi ke sini untuk kerja,” pungkasnya.
Fenomena ini membuktikan bahwa bagi para perantau, mudik bukan sekadar perjalanan fisik lintas pulau, melainkan perjalanan hati untuk menemukan kembali semangat baru sebelum kembali berjuang di tanah rantau.
BACA JUGA
