Dampak BCT, Perlu Adanya Kompensasi Bagi Sopir Angkot

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Permasalahan adanya bus Balikpapan City Trans (BCT) yang didemo para sopir angkot di Balikpapan juga mendapat perhatian Pemprov Kaltim.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan, yang namanya kebijakan publik harus didahului dengan komunikasi yang efektif. Artinya si pembuat kebijakan harus mengidentifikasi pihak mana yang akan terdampak.

“Lalu lakukan pertemuan dengan mengajak pihak tersebut sampaikan kelebihan dan kekurangannya,” kata Akmal Malik kepada media, Kamis (18/7/2024).

“Kalau kekurangannya lebih besar, apa kompensasi yang bisa diberikan pemerintah,” tambahnya.

Pihaknya mensupport jika kebijakan itu bagus dari Pemkot Balikpapan. Tapi pasti ada dampaknya,baik dirugikan dan diuntungkan.

“Sehingga bisa meminimalisasi dampak yang dirugikan,” usulnya.

Akmal menambahkan, kalau sampai menggangu pendapatan orang harus ada kompensasinya. Hal ini bisa belajar pada DKI Jakarta ketika melakukan transformasi angkot ke busway.

“Yang berat pada kebijakan itu aspek sosialnya, kalau merubah jenis transportasi itu mudah,ada uang bisa dibeli, tetapi dampak sosial harus dipikirkan,” akunya.

Selain itu, pastikan kebijakan yang dibuat saling menguntungkan dan kalau pun ada dirugikan, apa kompensasinya.

“Misal sopir angkot bisa diajak gabung jadi supir bus nya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses