Dari ISPA hingga Hipertensi, DKK Balikpapan Ingatkan Risiko Pola Makan Saat Puasa
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memilih makanan saat sahur dan berbuka puasa.
Pola makan yang tidak seimbang dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) hingga hipertensi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diiringi dengan upaya menjaga kualitas asupan makanan.
“Puasa akan terasa lebih ringan dan ibadah bisa dijalani dengan lebih maksimal jika kita menjaga kesehatan. Itu dimulai dari memilih makanan yang bergizi dan seimbang,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Alwiati menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih kerap mengonsumsi makanan instan, gorengan, serta minuman dingin secara berlebihan ketika sahur maupun berbuka. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memicu gangguan pencernaan dan memperburuk kondisi penyakit tertentu.
“Gorengan dan minuman es sebaiknya dibatasi. Gorengan termasuk yang paling awal harus dihindari karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, selama Ramadan keluhan kesehatan yang sering ditemui di fasilitas layanan kesehatan di antaranya ISPA dan hipertensi. Pola makan tinggi lemak dan garam disebut berkontribusi besar terhadap meningkatnya tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.
“Hipertensi itu sangat dipengaruhi pola makan. Gorengan dan makanan asin bisa memicu kenaikan tekanan darah. Untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi, obat tetap harus diminum teratur, tidak boleh dihentikan,” jelas Alwiati.
Terkait perkembangan ISPA di Kota Balikpapan, Alwiati menyebutkan bahwa hingga Februari 2026 jumlah kasus masih berada dalam kondisi terkendali, dengan angka sekitar tujuh ribuan kasus. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi tersebut bersifat fluktuatif.
“Kasus ISPA saat ini masih relatif stabil. Tapi sifatnya bisa berubah, tergantung cuaca dan kebiasaan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui momentum Ramadan, Alwiati mengajak masyarakat untuk mulai memperbaiki pola hidup, khususnya dalam hal memilih makanan sehat dan seimbang, agar manfaat puasa dapat dirasakan tidak hanya secara spiritual, tetapi juga bagi kesehatan tubuh.***
BACA JUGA
