Dari Para Pencari Tuhan hingga Lorong Waktu, Ini Deretan Series yang Tayang Selama Ramadan 2026

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Ramadan 1447 Hijriah kembali menghadirkan tradisi lama yang selalu dinanti: tayangan religi, komedi keluarga, hingga drama penuh pesan moral.

Tahun ini, persaingan tak hanya terjadi di layar televisi, tetapi juga di platform streaming yang semakin agresif menghadirkan konten tematik Ramadan.

Berikut sinetron dan serial yang bisa menjadi teman sahur maupun berbuka puasa Anda hasil rangkuman inibalikpapan.com:

Para Pencari Tuhan Jilid 19: Tobat, Woy!

Sinetron religi legendaris Para Pencari Tuhan kembali menyapa pemirsa pada Ramadan 1447 H dengan musim ke-19 berjudul Tobat, Woy!. Serial ini kembali mengangkat kisah kehidupan sosial masyarakat yang dekat dengan realitas, dibalut pesan moral dan ajakan refleksi diri yang kuat. Tema tobat menjadi benang merah musim ini, menggambarkan perjalanan tokoh utama menghadapi konflik batin dan tantangan kehidupan di tengah masyarakat urban.

Cerita dalam jilid 19 berfokus pada karakter seperti Muluk, seorang sarjana yang belum mendapat pekerjaan, yang terlibat dalam upaya membina komunitas anak jalanan dan kelompok marginal lainnya. Konflik muncul ketika niat baiknya bertemu dengan realitas keras kehidupan ekonomi dan sosial, termasuk tekanan kelompok yang mengeksploitasi mereka. Pemirsa disuguhi dinamika antar tokoh yang mencerminkan dilema moral harian, lengkap dengan humor yang humanis.

Lebih dari sekadar hiburan, Para Pencari Tuhan Jilid 19 memadukan narasi spiritual dan sosial sebagai pengingat akan pentingnya introspeksi, empati, serta kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan. Dengan penayangan sahur setiap malam selama Ramadan, sinetron ini terus menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia yang ingin menyambut fajar dengan cerita bermakna.

Dunia Tanpa Tuhan (Serial Komedi Satir)

Serial komedi satir Dunia Tanpa Tuhan merupakan salah satu debut kolaborasi besar antara MDTV dan Netflix yang spesial ditayangkan selama Ramadan 1447 H. Serial ini mengambil latar sebuah kampung pinggiran Jakarta yang penuh dengan karakter warna-warni kehidupan masyarakatnya. Cerita dibuka dengan dinamika dua perantau asal Medan, Oki dan Lolok, yang hidupnya berubah drastis setelah bertemu dengan sosok Jahal, pemuda kaya yang sombong dan suka memamerkan kuasanya kepada warga kampung.

Konflik tumbuh cepat ketika Jahal, dalam sebuah kejadian absurd, dikira mati dan bangkit kembali sebagai pocong — namun bukan untuk introspeksi, melainkan untuk mengklaim dirinya sebagai wali sakti yang memanfaatkan keputusasaan penduduk. Peristiwa ini memicu serangkaian kekacauan komikal sekaligus reflektif yang membuat warga mulai mempertanyakan otoritas, penipuan, dan klaim-klaim spiritual palsu.

Dengan gaya cerita yang ringan namun penuh kritik sosial, Dunia Tanpa Tuhan menawarkan tontonan yang lebih berani dan berbeda di tengah deretan sinetron religius tradisional. Serial ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton berpikir kritis terhadap fenomena masyarakat yang sering berlindung di balik simbol agama.

Amanah Wali 8: Musala Sultan

Meski belum banyak dipublikasikan secara rinci melalui situs resmi, Amanah Wali 8: Musala Sultan dipastikan kembali menghadirkan drama religi yang sarat pesan moral, seperti disampaikan oleh sumber daftar sinetron Ramadan 2026. Musim kedelapan serial ini menyoroti perjuangan tokoh Sultan untuk mempertahankan keberadaan sebuah musala yang terancam oleh pihak berkepentingan yang ingin mengambil alih tanah wakafnya.

Cerita kali ini menggambarkan Sultan sebagai tokoh yang tidak hanya harus menghadapi konflik eksternal dari para pengembang nakal, tetapi juga konflik batin dan masa lalu yang belum sepenuhnya ia selesaikan. Serangkaian tantangan ini memaksa Sultan bekerja sama dengan sahabatnya untuk menjaga nilai religius di tengah tekanan ekonomi dan sosial.

Melalui kombinasi komedi, drama, dan pesan moral yang kuat, Amanah Wali 8 berhasil mempertahankan daya tariknya sebagai salah satu tontonan favorit menjelang berbuka puasa. Kisah keluarga, persahabatan, dan keimanan menjadi pilar utama yang membuat serial ini tetap relevan bagi pemirsa setia sejak musim-musim sebelumnya.

Lorong Waktu Jilid 2 (Reboot)

Lorong Waktu kembali dengan versi reboot yang menemani Ramadan 2026, menampilkan petualangan waktu yang kini dikemas lebih relevan dengan isu generasi milenial. Meski versi terbaru ini tidak memiliki sinopsis resmi terpublikasi secara luas, catatan sejarah serial menunjukkan bahwa Lorong Waktu memiliki premis perjalanan lintas waktu sebagai alat refleksi dan pencarian makna hidup, yang diadaptasi agar sesuai konteks kekinian.

Dalam versi reboot tersebut, karakter utama menjelajahi masa lalu, kini, dan masa depan untuk memecahkan masalah pribadi maupun sosial. Tema besar yang selalu diangkat adalah hubungan antara tindakan masa lalu dan konsekuensi masa depan, serta pentingnya memaknai setiap momen kehidupan.

Dengan kemasan visual yang diperbarui dan narasi yang menyentuh isu generasi muda, versi baru serial ini diharapkan bisa menarik penonton lintas usia. Baik yang sudah familiar dengan cerita klasiknya maupun generasi baru yang penasaran dengan gagasan perjalanan waktu.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses