Dari Sampah Dapur Jadi Manfaat, Rumah Maggot Balikpapan Kota Mulai Kurangi Beban TPA
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Selama ini sampah dapur warga Balikpapan Kota berakhir menumpuk di TPA. Rumah Maggot Balikpapan Kota ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan warga mengurangi sampah organik yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.
Kini, sebagian sampah mulai diolah jadi pakan maggot yang bernilai ekonomi. Bertepatan HUT ke-129 Kota Balikpapan, Rumah Maggot resmi beroperasi dan memberi harapan baru: lingkungan lebih bersih, warga ikut berpenghasilan.
Rumah Maggot sendiri adalah fasilitas pengolahan sampah organik berbasis warga yang memanfaatkan larva lalat sebagai pengurai sisa makanan rumah tangga.
Di kawasan Balikpapan Kota, sampah sisa makanan rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar volume sampah harian yang diangkut ke TPA. Setiap hari, truk sampah mengangkut limbah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian penuh. Bau, lalat, dan kekhawatiran soal lingkungan sudah lama dirasakan warga sekitar.
Rumah Maggot yang diresmikan ini dibangun oleh Kelompok Masyarakat Maggot Jaya Badi dan dikelola KSM Sukses Kelurahan Kota. Artinya, warga bukan sekadar penerima program, tapi menjadi pelaku utama pengelolaan sampah di lingkungannya sendiri.
“Rumah maggot ini berfungsi mengolah sampah organik yang sebelumnya dibuang ke TPA. Sampah organik akan dimanfaatkan sebagai pakan magot, sementara sampah anorganik seperti botol dan plastik dikumpulkan untuk dijual,” ujar Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan.
Dari Sampah Jadi Manfaat Nyata bagi Warga Balikpapan Kota
Di Rumah Maggot ini, sisa makanan warga diolah untuk budidaya maggot. Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan memiliki nilai jual. Skema ini dirancang agar mandiri dan berkelanjutan—hasil pengolahan sampah bisa membiayai operasional sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
“Yang dulunya sampah tidak bernilai, sekarang bisa jadi sumber penghasilan. Ini bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan,” kata Rosin.
Untuk menunjang kegiatan, Pemkot Balikpapan menyalurkan hibah kendaraan roda dua kepada KSM pengelola. Setiap KSM menerima dua unit motor, dengan total 10 unit yang disiapkan untuk mendukung pengangkutan sampah dan aktivitas Rumah Maggot.
Langkah ini diharapkan mempercepat pengumpulan sampah dari lingkungan warga sekaligus memastikan operasional berjalan lancar.
Momentum HUT Kota ke-129
Peresmian Rumah Maggot dirangkai dalam acara Syukuran HUT ke-129 Kota Balikpapan. Selain doa bersama dan pemotongan tumpeng, warga yang hadir juga mendapatkan doorprize, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, hingga kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan ini didukung berbagai pihak, termasuk CSR perusahaan dan anggota DPRD Kota Balikpapan dari Dapil Balikpapan Kota.
Pemkot berharap, keberadaan Rumah Maggot ini bisa menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis warga. Beban TPA berkurang, lingkungan lebih bersih, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak.
“Kami ingin masyarakat bisa mengolah sampah sendiri. Lingkungannya bersih, ekonominya juga ikut hidup,” tutup Rosin.
Program ini diharapkan membantu mengurangi tekanan terhadap TPA Balikpapan yang selama ini menampung sampah dari berbagai kawasan kota
BACA JUGA
