Dari Sampah hingga UMKM, Balikpapan Upayakan Ekonomi Tumbuh Merata

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Murni

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam menangani persoalan lingkungan. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menyebut pengurangan sampah masih menjadi tantangan nasional yang juga dihadapi seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

“Persoalan sampah ini bukan hanya di Balikpapan, tetapi menjadi isu nasional. Meski berbagai program telah dijalankan. Kami tetap optimistis upaya pengurangan sampah melalui berbagai kebijakan dan kolaborasi akan semakin optimal,” ujar Murni, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga memberi perhatian besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Menurut Murni, kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan tingkat pendapatan yang diterima.

“Ketika distribusi anggaran dilakukan hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan, maka kelompok-kelompok masyarakat kecil akan merasakan dampaknya secara langsung melalui peningkatan pendapatan,” jelasnya.

Jadi Penopang Ekonomi

Salah satu sektor yang terbukti berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Murni mengungkapkan, UMKM berperan besar dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Balikpapan, dari sekitar 10,9 persen pada 2020 menjadi 5,8 persen saat ini.

“UMKM terbukti menjadi penopang ekonomi, terutama saat pandemi. Ketika banyak sektor terdampak, UMKM justru mampu bertahan dan menjaga perputaran ekonomi daerah,” katanya.

Meski sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pemkot Balikpapan menilai penguatan sektor ekonomi kreatif. Perlu terus didorong karena dampaknya lebih langsung dirasakan masyarakat.

“Industri pengolahan memang besar kontribusinya terhadap PDRB, tetapi serapan tenaga kerjanya relatif terbatas dan sebagian keuntungan tidak sepenuhnya berputar di daerah. Karena itu, kami mendorong pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Murni.

Pemkot Balikpapan pun secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk mendukung sektor ekonomi kreatif, terutama pada bidang kuliner, akomodasi, dan pariwisata. Sektor-sektor ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Ke depan, pemerintah berharap sinergi antara pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal dapat berjalan seimbang. Sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat secara angka. Tetapi juga dirasakan secara merata oleh masyarakat.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses