Dari Sekolah hingga Lingkungan, Program Sosial PLN di Kaltimra Sentuh 22 Ribu Warga Sepanjang 2025
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Tak hanya soal listrik, kehadiran PLN juga dirasakan lewat perubahan kecil di kehidupan warga. Sepanjang 2025, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kaltimra menjangkau lebih dari 22 ribu warga, mulai dari siswa sekolah hingga masyarakat di lingkungan rawan sampah.
Sebanyak 22.588 penerima manfaat tercatat menerima dampak langsung maupun tidak langsung dari berbagai program TJSL PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerita perubahan di sekolah, lingkungan, dan komunitas warga.
Program tersebut menyasar beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.
Cerita dari Sekolah: Sampah Jadi Pelajaran Hidup
Salah satu contoh nyata terlihat di SMKN 5 Balikpapan, melalui dukungan PLN terhadap Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI).
Di sekolah ini, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga diajak memahami persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah kota.
Melalui program ini, siswa diajarkan memilah dan mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi. Bagi sekolah, program tersebut menjadi sarana pendidikan lingkungan. Bagi siswa, ini menjadi pengalaman langsung tentang ekonomi sirkular dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dari Botol Plastik hingga Pohon yang Ditanam
Selain di sekolah, TJSL PLN UID Kaltimra juga menyentuh ruang publik. Program Bottle Up dengan penyediaan drop box botol plastik membantu mengurangi sampah sekali pakai di sejumlah lokasi.
PLN juga melakukan penanaman pohon untuk memperbaiki kualitas lingkungan, terutama di wilayah yang membutuhkan ruang hijau tambahan.
Program-program ini dirancang untuk membentuk kebiasaan baru masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Mudik Gratis dan Akses Sosial Warga
Di sisi sosial, program mudik gratis yang rutin digelar PLN selalu mendapat sambutan antusias. Bagi sebagian warga, program ini bukan hanya soal perjalanan, tetapi soal kesempatan pulang kampung dengan aman dan layak.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan TJSL menjadi bagian dari peran PLN sebagai mitra pembangunan daerah.
“Program TJSL kami rancang agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, program TJSL PLN UID Kaltimra tidak hanya menyentuh persoalan hari ini, tetapi juga membangun kebiasaan dan kesadaran jangka panjang, terutama di bidang pendidikan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Bagi warga Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, kehadiran PLN kini tak hanya dirasakan saat lampu menyala, tetapi juga saat perubahan kecil mulai terjadi di sekitar mereka.
BACA JUGA
