Deretan Kecelakaan Pesawat di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Indonesia mencatat sejumlah kecelakaan pesawat fatal dalam satu dekade terakhir. Beberapa peristiwa besar masih membekas dalam ingatan publik karena menelan banyak korban jiwa dan memicu evaluasi besar-besaran di sektor aviasi.
Berikut rangkuman kecelakaan pesawat paling menonjol di Indonesia sepanjang 2015–2025:
2015: Tahun Kelam Penerbangan
Tahun 2015 menjadi salah satu periode terburuk dalam sejarah penerbangan Indonesia.
- 30 Juni 2015 — Hercules C-130 TNI AU
Pesawat militer jenis Lockheed KC-130B jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soewondo, Medan, dan menabrak permukiman warga.
Korban: sekitar 139 orang tewas, termasuk warga di darat. - 16 Agustus 2015 — Trigana Air Penerbangan 267
Pesawat ATR 42 rute Sentani–Oksibil, Papua, menabrak pegunungan saat hendak mendarat.
Korban: 54 orang tewas, seluruh penumpang dan kru. - 2 Oktober 2015 — Aviastar Penerbangan 7503
Pesawat Twin Otter rute Masamba–Makassar hilang kontak dan ditemukan jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan.
Korban: 10 orang tewas.
2018: Tragedi Lion Air JT 610
Pada 29 Oktober 2018, pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air rute Jakarta–Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.
Korban: 189 orang tewas.
Investigasi mengungkap masalah serius pada sistem MCAS, yang kemudian memicu pelarangan global pesawat Boeing 737 MAX selama hampir dua tahun.
2021: Sriwijaya Air SJ 182
Pada 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 rute Jakarta–Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Korban: 62 orang tewas.
KNKT menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kombinasi gangguan sistem otomatis dan respons pilot yang tidak optimal.
2022–2025: Minim Kecelakaan Fatal
Dalam periode 2022 hingga 2025, Indonesia relatif bebas dari kecelakaan pesawat komersial besar yang menelan korban massal. Sebagian besar insiden yang terjadi berupa tergelincir di landasan atau gangguan teknis tanpa korban jiwa.
Rekap Korban Jiwa Kecelakaan Pesawat Besar (2015–2025)
| Tahun | Maskapai/Jenis | Korban |
| 2015 | Hercules TNI AU, Trigana, Aviastar | ±203 tewas |
| 2018 | Lion Air JT 610 | 189 tewas |
| 2021 | Sriwijaya Air SJ 182 | 62 tewas |
Pola Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab utama kecelakaan pesawat di Indonesia dalam satu dekade terakhir meliputi:
- Masalah teknis dan sistem pesawat, seperti pada kasus Boeing 737 MAX.
- Human error, termasuk kesalahan pengambilan keputusan pilot.
- Faktor cuaca dan medan ekstrem, terutama di wilayah timur Indonesia.
Tren Keselamatan Membaik
Meski sempat dihantui sejumlah tragedi, otoritas penerbangan menilai standar keselamatan Indonesia kini membaik. Audit internasional ICAO dan pembenahan regulasi pasca-kecelakaan besar membuat angka kecelakaan fatal pesawat komersial terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian, pemerintah dan operator maskapai diminta tetap meningkatkan pelatihan awak, perawatan pesawat, serta sistem navigasi di daerah terpencil demi mencegah terulangnya tragedi serupa.
BACA JUGA
