Dimutasi ke Bareskrim Polri, Kapolresta Balikpapan Anton Firmanto Sampaikan Pesan Ini

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Mutasi jabatan terjadi di jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan. Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto resmi diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri, mengakhiri masa tugasnya setelah hampir tiga tahun bertugas di Kota Beriman.

Menjelang kepindahannya, Anton menyampaikan kesan mendalam selama menjalankan amanah di Balikpapan. Ia menilai kota ini sebagai daerah yang nyaman, aman, indah, serta meninggalkan banyak kenangan berharga dalam perjalanan pengabdiannya.

Menurut Anton, Balikpapan memiliki keunikan tersendiri dengan masyarakat yang heterogen dan majemuk. Keberagaman tersebut justru menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga persatuan dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

“Balikpapan adalah kota yang luar biasa. Masyarakatnya sangat beragam, namun hidup rukun dan saling menghormati. Inilah kekuatan besar yang membuat Balikpapan terasa aman dan nyaman,” ujar Anton dalam penyampaian pamitnya.

Ia mengungkapkan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan Polresta Balikpapan dalam menjalankan berbagai program kepolisian. Program-program yang dicanangkan Kapolri dan Kapolda Kalimantan Timur, kata Anton, dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi yang terbangun antara aparat kepolisian dan warga.

“Teman-teman di Polresta Balikpapan luar biasa. Program-program kepolisian bisa tersampaikan dan dipahami masyarakat. Warga juga tahu apa yang sudah kami lakukan dan apa yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.

Anton berharap keterbukaan informasi dan komunikasi yang selama ini terjalin dapat terus dilanjutkan oleh jajaran Polresta Balikpapan. Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Anton turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan. Ia menegaskan bahwa mutasi ini bukanlah akhir dari hubungan dengan Balikpapan, melainkan awal dari silaturahmi yang tetap terjaga.

“Insya Allah, jika suatu saat ada kegiatan dan saya diundang serta memiliki waktu, saya akan kembali ke Balikpapan. Kota ini akan selalu ada di hati saya,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesederhanaan dan empati dalam setiap pelaksanaan tugas, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi duka atau kesulitan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses