Dinkes Balikpapan Evaluasi Kinerja 2025, Siap Hadapi Pengurangan Anggaran 2026
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi capaian kinerja tahun 2025 dan menyusun rencana kerja tahun 2026.
Rapat yang melibatkan seluruh jajaran mulai dari tingkat Dinas hingga Puskesmas tersebut membahas secara menyeluruh tahapan perencanaan, pelaksanaan, realisasi, serta pengendalian dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, mengungkapkan bahwa serapan anggaran tahun 2025 mencapai 75 persen. Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain sisa anggaran dari proses tender, e-katalog, dan negosiasi, namun hal tersebut dinilai tidak menjadi masalah besar.
“Untuk tahun 2026, anggaran Dinkes mengalami pengurangan sebesar 64 persen, menjadi sekitar 500-an juta rupiah,” ujarnya. Meskipun demikian, target standar pelayanan minimal harus tetap tercapai 100 persen dengan kinerja maksimal.
Beberapa program prioritas yang harus tetap berjalan sesuai arahan Wali Kota antara lain pembangunan rumah sakit di wilayah Timur dan Barat Kota, pencapaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pembayaran iuran bagi peserta Penerima Bantuan Pemerintah untuk Pemeliharaan Usaha (PBPU).
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinkes bekerja sama dengan Polres Balikpapan untuk menyediakan pos kesehatan di titik-titik yang akan ditentukan. Tim kesehatan dari Puskesmas dan Pusat Sarana Kesehatan (PSC) 119 siap mendukung pelayanan di lokasi tersebut.
“Seluruh 75 Puskesmas di kota ini akan tetap beroperasi 24 jam selama libur, termasuk di wilayah Karangjawan, Penggar Baru, Baru Ulu, Mekasari, Sepinggan, dan Kelandasan. Rumah sakit juga siap menangani kasus kegawatdaruratan dengan sistem stand by penuh,” jelas Dra. Alwiati.
Di tengah musim penghujan, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit yang sering muncul, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), leptospirosis, dan tipus yang biasanya meningkat saat terjadi banjir. “Angka kasus ISPA di bulan Desember ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan November, kemungkinan karena kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk menjaga kesehatan,” tambahnya.
Alwiati juga mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit menular.***
BACA JUGA
