Dinsos Balikpapan Uji Kualitas DTSN di 34 Kelurahan, Pastikan Bansos Tepat Sasaran
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan bersama tim pemutakhiran Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) melakukan uji kualitas pendataan di seluruh 34 kelurahan se-Kota Balikpapan. Kegiatan ini berlangsung selama sekitar 14 hari dengan menyasar langsung rumah-rumah warga.
Kepala Dinsos Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan uji kualitas pendataan bertujuan memastikan proses pengumpulan data oleh enumerator berjalan sesuai prosedur, akurat, dan objektif. Verifikasi serta validasi dilakukan langsung di lapangan untuk menyesuaikan data dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.
“Uji kualitas ini menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait bantuan sosial yang belum diterima. Data yang valid akan menjadi dasar utama dalam kebijakan penanganan kemiskinan,” ujar Edy Gunawan, Minggu (4/1/2026).
Ia menegaskan, kondisi sosial ekonomi warga yang dinamis menuntut adanya pembaruan data secara berkala. Melalui uji sampel kualitas data ini, pemerintah daerah berharap dapat memperbaiki dan menyempurnakan basis data kemiskinan agar program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi benar-benar tepat sasaran.
Kelompok Berpenghasilan Rendah
Edy menjelaskan, DTSN merupakan basis data nasional yang memuat informasi sosial ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah. Data ini menjadi acuan utama penyaluran berbagai program bantuan sosial, mulai dari bantuan tunai, bantuan pangan, hingga program pemberdayaan ekonomi.
“Pembaruan DTSN dilakukan melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi lapangan agar data tetap akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi riil masyarakat. Dengan data yang berkualitas, kebijakan dan bantuan sosial bisa lebih adil, tepat sasaran, dan berdampak nyata,” jelasnya.
Hasil uji kualitas pendataan tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan sosial ke depan, sekaligus memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Dalam pelaksanaannya, tim Dinsos menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Sejumlah wilayah memiliki akses yang sulit dan minim fasilitas umum, salah satunya di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
Di kawasan tersebut, tim yang dipimpin Penyuluh Sosial Joko Mujiono harus berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh. Untuk menjangkau rumah-rumah warga yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat keramaian.
“Kami tetap berupaya maksimal agar seluruh warga dapat terdata dengan baik. Meskipun harus menghadapi medan yang tidak mudah,” ungkap Joko Mujiono.***
BACA JUGA
