Dishub Balikpapan Dukung Digitalisasi Pembayaran Retribusi Parkir, Gunakan 19 Alat EDC

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemkot melalui Dishub Balikpapan bekerja sama dengan OPD terkait serta pihak teknis dalam rangka perluasan program digitalisasi di wilayah-wilayah yang berpotensi, sekaligus untuk mengumpulkan tenaga teknisi yang akan mendukung implementasi di berbagai titik kota Balikpapan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, Selasa (6/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dishub Balikpapan mendapatkan sebanyak sembilan belas alat Electronic Data Capture (EDC) yang merupakan bantuan dai Bank Indonesia Kota Balikpapan yang diharapkan akan membawa terobosan baru dalam sistem pembayaran retribusi parkir. 

“Melalui penggunaan mesin EDC yang terus berkembang ini, kami berharap dapat mengubah paradigma pembayaran retribusi parkir di kota kita,” ujar Fadli Pathurrahman.

Menurutnya, penerapan metode pembayaran baru ini diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengubah budaya masyarakat untuk melakukan pembayaran secara penuh dan tanpa menggunakan uang tunai. 

Cegah Kebocoran PAD

Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi, sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan yang sering terjadi pada jukir yang telah menjadi bagian dari pengelolaan resmi.

“Saat ini setelah melakukan pembaruan data secara menyeluruh termasuk data pribadi para jukir  kami memiliki sebanyak 219 jukir binaan yang siap mendukung program ini. Insya Allah, keberadaan mereka akan memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung yang berkunjung ke berbagai tempat usaha dan fasilitas di Balikpapan,” jelasnya.

Implementasi awal program ini dimulai di kawasan Balikpapan Permai. Ke depannya, sistem pembayaran digital tersebut akan diperluas ke berbagai titik strategis di kota, antara lain di kawasan Dom, Batakan, Kubur Kesenian, serta ke sembilan pasar yang ada di seluruh Kota Balikpapan. 

“Rencana ini akan menjadi bagian dari evaluasi dan kajian mendalam. Untuk melihat sejauh mana perubahan dan peningkatan pendapatan retribusi parkir yang dapat dicapai,” ungkap Fadli.

Menanggapi permasalahan jukir liar yang masih banyak ditemui di berbagai lokasi. Kepala Dishub mengakui bahwa hal tersebut menjadi tantangan utama dalam pengelolaan retribusi parkir. 

“Kami menyadari bahwa permasalahan jukir liar masih ada dan menjadi fokus perbaikan kami. Langkah digitalisasi ini juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatur sistem pengelolaan parkir secara lebih terpadu. Sehingga dapat mengurangi keberadaan jukir liar yang tidak terdaftar dan tidak mengikuti standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses