Tarif Masih Gratis, Dishub Balikpapan Matangkan Skema Keberlanjutan Layanan BCT
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com -Dinas Perhubungan Kota Balikpapan memastikan layanan Balikpapan City Transport (BCT) tetap gratis hingga kebijakan baru berlaku. Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fatturahman, mengatakan bahwa keberlanjutan program BCT menjadi fokus strategis pemerintah kota dalam menghadirkan transportasi massal yang terjangkau, inklusif, dan efisien.
“Inti dari persoalan ini adalah bagaimana kami, Dinas Perhubungan, bisa mengamankan keberlanjutan kebijakan ini tanpa mengabaikan kesejahteraan moda transportasi lainnya di Balikpapan,” ujar Fadli, Jumat (30/5).
Saat ini, layanan BCT masih dalam masa subsidi melalui kerja sama antara Pemkot Balikpapan dan perusahaan operator. Namun, Fadli mengakui skema ini bersifat sementara. Ia berharap skema subsidi bisa menjalani perpanjangan, atau kewenangan penuh pengelolaan bisa diambilalih oleh Pemkot dengan penyesuaian anggaran.
“Untuk sementara layanan BCT masih gratis, hingga kebijakan baru ditetapkan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot telah menyusun usulan tarif sebesar Rp4.500 untuk penumpang dewasa, serta Rp2.000 bagi pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas. Namun, tarif ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan dalam skema Buy The Service (BTS).
Dishub juga menyiapkan skema integrasi angkot sebagai feeder untuk memperkuat sistem transportasi BCT. “Skema tersebut sudah kami bahas secara internal, namun belum dapat kami umumkan hari ini,” kata Fadli.
Ia menyebut pengembangan Smart Traffic Management Center akan mendukung efisiensi operasional BCT dengan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas berbasis teknologi.
Layanan BCT telah beroperasi sejak 8 Juli 2024 dalam masa uji coba. Selama hampir setahun, layanan ini mencakup tiga koridor: Koridor A (Pelabuhan Semayang–Bandara Sepinggan), Koridor B (Terminal Batu Ampar via Jalan Ahmad Yani), dan Koridor C (Terminal Batu Ampar via Jalan MT Haryono).
Berdasarkan perjanjian, pengelolaan penuh akan diserahkan ke Pemkot Balikpapan pada 2027. Namun, Fadli menyebut pihaknya siap mengambil alih lebih awal asalkan ada penyesuaian anggaran yang tidak membebani masyarakat.
“Kami juga terus mengupayakan agar jika pengelolaan BCT diambil alih lebih awal oleh Pemkot, ada penyesuaian anggaran yang memungkinkan keberlanjutan layanan tanpa menaikkan tarif secara signifikan,” tegasnya.***
BACA JUGA
