Dishub Balikpapan Siapkan Revitalisasi Depo, Proyeksi PAD Capai Rp100 Miliar per Tahun

Kepala Dishub Kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus mematangkan rencana pemulihan dan optimalisasi depo kendaraan sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan aset daerah. Agar lebih produktif sekaligus mendukung penataan lalu lintas kota.

Tahap awal revitalisasi ditandai dengan dukungan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD Kota Balikpapan. 

Anggaran tersebut dialokasikan untuk program lane clearing atau penataan jalur di kawasan depo, yang dirancang mampu menampung sekitar 30 unit SRT kendaraan besar.

Penambahan kapasitas ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan parkir kendaraan berat yang selama ini kerap memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana besar revitalisasi depo yang telah disiapkan dengan konsep dan kajian bisnis matang.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap menjalankan program tersebut kapan pun dukungan anggaran tersedia, baik dari APBD kota, provinsi, maupun sumber pendanaan sah lainnya.

“Kami sudah memiliki konsep baru sekaligus kajian bisnis yang matang. Jadi kapan pun anggaran tersedia, program ini siap dijalankan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan kajian yang telah disusun, operasional depo setelah revitalisasi diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp100 miliar per tahun. Proyeksi tersebut dinilai realistis mengingat kebutuhan parkir dan logistik kendaraan besar terus meningkat seiring pertumbuhan sektor industri, distribusi, dan jasa di Balikpapan.

Selain berdampak pada peningkatan PAD, proyek ini juga diharapkan memperbaiki tata kelola transportasi kota. Dengan kapasitas depo yang memadai dan sistem pengelolaan lebih profesional, parkir liar kendaraan berat di badan jalan dapat ditekan, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih tertib dan aman.

Dishub menekankan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan transformasi sistem pengelolaan depo berbasis efisiensi dan potensi bisnis. Jika seluruh tahapan administrasi dan teknis berjalan lancar, proyek ini diyakini mampu menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat infrastruktur transportasi Kota Balikpapan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses