Dishub Balikpapan Soroti Peningkatan Laka Lantas Selama Libur Lebaran
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melakukan evaluasi pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, mengungkapkan adanya sejumlah catatan penting, mulai dari keterlambatan penerbangan hingga peningkatan angka kecelakaan lalu lintas.
Fadli menjelaskan, pada puncak arus balik yang terjadi pada Minggu lalu, terjadi keterlambatan jadwal keberangkatan beberapa penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan penumpang dalam waktu bersamaan.
“Kami mencatat ada empat penerbangan yang mengalami kemunduran jadwal. Akibatnya, penumpang datang dan berkumpul dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga sempat memicu kepadatan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, situasi tersebut dapat segera diatasi melalui koordinasi lintas instansi. Fadli menyebutkan, kepadatan yang terjadi tidak berlangsung lama dan berhasil ditangani dengan baik oleh petugas di lapangan.
Selain itu, Fadli menilai arus mudik tahun ini menunjukkan tren berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah pemudik yang masuk dan keluar Balikpapan cenderung mengalami penurunan.
“Secara umum, arus mudik tahun ini lebih terkendali dan tidak sepadat tahun lalu. Ada indikasi penurunan jumlah pemudik,” katanya.
Namun, di sisi lain, pihaknya mencatat adanya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran. Meski belum merinci data secara keseluruhan, Dishub masih menunggu laporan resmi dari Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan.
“Kami belum bisa menyampaikan angka pasti, tetapi secara tren ada peningkatan laka lantas. Untuk wilayah Balikpapan, kami masih menunggu data resmi dari Satlantas,” tambahnya.
Lebih Tingkatkan Kenyamanan
Dalam evaluasi tersebut, Fadli juga menyoroti keberadaan posko mudik yang tahun ini jumlahnya meningkat. Tidak hanya terpusat di posko utama, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat turut mendirikan posko mandiri.
“Ini menjadi hal positif. Dengan banyaknya posko, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih luas dan diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan serta keamanan selama mudik,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya keterbatasan personel di lapangan. Oleh karena itu, pengaturan waktu operasional posko dilakukan secara bergantian agar tetap optimal.
Fadli menambahkan, seluruh posko mudik secara bertahap mulai ditutup pada akhir masa arus balik. Untuk posko Dinas Perhubungan Kota Balikpapan sendiri telah resmi ditutup pada hari ini.
“Evaluasi ini menjadi bahan perbaikan ke depan agar pelayanan mudik bisa semakin baik, terutama dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dan meminimalkan risiko kecelakaan,” tutupnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
