Disporapar Balikpapan Dukung Polda Kaltim, Komitmen Pencegahan Narkoba di Kalangan Pemuda

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) atas langkah-langkah nyata dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. 

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ibu Ratih Kusuma, dalam sebuah kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema “Pemuda Sadar Bahaya Narkoba” yang digelar sebagai bagian dari sinergi antarsektor untuk melindungi masa depan bangsa dari ancaman narkotika.

Dalam sambutannya, Ratih menegaskan bahwa permasalahan narkoba telah mencapai tahap yang sangat memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi pembangunan nasional. 

Ia menyoroti bahwa penyalahgunaan narkoba tidak lagi mengenal usia, latar belakang, maupun status sosial, dan yang paling mengkhawatirkan adalah tingginya keterlibatan generasi muda dalam kasus-kasus penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

“Bangsa kita sedang menghadapi darurat narkoba. Setiap hari, kita disuguhi berita tentang penangkapan pengguna dan pengedar narkoba, bahkan banyak di antaranya berasal dari kalangan usia muda. Ini menjadi tanda bahaya serius yang harus kita tanggulangi bersama,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Ibu Ratih menjelaskan bahwa pemuda merupakan kelompok usia strategis yakni mereka yang berusia antara 16 hingga 30 tahun.

Berdasarkan estimasi penduduk saat ini, jumlah pemuda di Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 185.000 jiwa pada tahun 2025, sebuah angka yang mencerminkan potensi besar sekaligus tantangan besar dalam menciptakan SDM unggul.

“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Mereka bukan sekadar penerus, tetapi penentu arah bangsa ke depan. Karena itu, kita sebagai pemerintah berkewajiban mempersiapkan mereka agar tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk godaan narkoba yang kian mengancam,” tambahnya.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Ibu Ratih, terus mendorong terwujudnya program-program edukatif dan preventif yang menyasar kaum muda. Dalam konteks itu, kolaborasi antara Disporapar, Polda Kaltim, institusi pendidikan, dan komunitas masyarakat menjadi sangat penting.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanggulangan narkoba membutuhkan kerja sama lintas sektor. Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten narkotika,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ratih menyampaikan harapannya agar para peserta kegiatan, yang terdiri dari guru, pelatih, tokoh masyarakat, serta insan media, dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. 

Ia menyebut mereka sebagai edukator masyarakat yang memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan-pesan anti-narkoba secara masif dan konsisten.

“Saya yakin hadirin yang hadir hari ini adalah mitra strategis kami mereka yang aktif di media, sekolah, komunitas, dan lingkungan publik. Kami berharap dapat terus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, terutama pemuda, agar sadar akan bahaya narkoba,” pungkasnya.

Acara ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta. Untuk mendukung upaya menciptakan Balikpapan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. 

Pemerintah berharap gerakan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menyusun kebijakan berbasis pencegahan yang menyasar akar permasalahan narkoba. Mulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga dan sekolah.

Dengan semangat kolaboratif ini, Disporapar optimistis Balikpapan akan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter kuat, dan bebas dari jerat narkotika sejalan dengan visi kota sebagai “Global City for All” yang nyaman, bersih, dan unggul.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses