Ditahan Imbang Persis Solo, Ahmad Amiruddin Semprot Mentalitas Pemain PSM Makassar

Achmad Amiruddin
Achmad Amiruddin / ileague

PAREPARE, Inibalikpapan.com – Kekecewaan mendalam menyelimuti ruang ganti PSM Makassar usai ditahan imbang 1-1 oleh Persis Solo di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (4/4/2026) malam. Sempat memimpin di babak pertama, skuad Juku Eja justru tampil tanpa taji pada paruh kedua, memicu kritik pedas dari tim pelatih.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, tak segan mempertanyakan komitmen dan mentalitas para pemainnya yang dianggap kehilangan intensitas justru saat kemenangan sudah di depan mata.

Babak Kedua yang Menjadi ‘Mimpi Buruk’

PSM sejatinya memulai laga dengan sempurna lewat tandukan Yuran Fernandes pada menit ke-18. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah penyerang Persis, Roman Paparyga, menyamakan kedudukan di menit ke-65 akibat kelengahan lini pertahanan tuan rumah.

“Babak pertama sudah sesuai rencana. Kita bermain menyerang dan masuk ke locker room dengan situasi unggul. Tapi babak kedua problem mulai terjadi. Intensitas sudah mulai menurun,” ungkap Amiruddin dengan nada kecewa usai laga.

Sindiran Tajam: Mentalitas Petarung vs Sekadar Kewajiban

Amiruddin menyoroti rapuhnya mentalitas pemain yang gagal merespons tekanan lawan di babak kedua. Baginya, penurunan performa ini bukan sekadar masalah fisik, melainkan soal hati dan dedikasi untuk lambang di dada.

“Mungkin nanti saya akan bicara ke pemain, ini soal mentalitas. Apakah kita memang mau memberikan lebih ke PSM atau kita sekadar menjalankan kewajiban? Itu yang membedakan pemain yang ‘mau’ dengan yang sekadar menjalankan,” tegasnya.

Pergantian pemain yang diharapkan membawa tenaga baru justru dinilai tidak memberikan dampak signifikan, yang menurut tim pelatih menjadi bumerang bagi strategi tim secara keseluruhan.

Dzaky Asraf Minta Maaf ke Suporter

Mewakili pemain, winger muda Dzaky Asraf menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para suporter yang telah memadati stadion. Ia menyadari hasil seri ini merupakan tamparan keras bagi publik Makassar yang sangat merindukan tiga poin di kandang.

“Saya ingin meminta maaf karena hasil yang kita inginkan tidak maksimal. Suporter menginginkan tiga poin, tapi kita mendapatkan hasil seri. Mungkin kita fokus ke laga selanjutnya dan latihan lebih keras lagi,” tutur Dzaky.

Ancaman Degradasi Semakin Nyata

Kegagalan mengamankan poin penuh membuat posisi PSM Makassar di klasemen BRI Super League tetap rawan. Tanpa mentalitas petarung di sisa laga musim ini, Pasukan Ramang terancam terus merosot ke zona merah. Evaluasi total kini menjadi harga mati sebelum melakoni laga krusial berikutnya./ileague

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses