Ditopang Petugas TNI hingga Polri, Pemerintah Siagakan 3.928 Personel untuk Operasi Ketupat Mahakam 2026

Polda Kaltim
Kapolda Kaltim Endar Priantoro mengatakan pengamanan Idulfitri tahun ini memerlukan perhatian khusus. Ini karena adanya sejumlah dinamika di masyarakat, termasuk perubahan aktivitas di sektor industri dan potensi peningkatan mobilitas warga. (Foto: Polda Kaltim)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Pemerintah menyiapkan 3.928 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait di wilayah Kalimantan Timur.

Kapolda Kaltim Endar Priantoro mengatakan pengamanan Idulfitri tahun ini memerlukan perhatian khusus. Ini karena adanya sejumlah dinamika di masyarakat, termasuk perubahan aktivitas di sektor industri dan potensi peningkatan mobilitas warga.

Menurutnya, beberapa perusahaan besar yang sebelumnya memiliki izin operasional tertentu kini mengalami pengurangan atau pembatasan kegiatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pengamanan menjelang Lebaran.

“Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi kita semua untuk menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan serta melaksanakan kegiatan pengamanan Idulfitri tahun ini,” ujar Endar dalam rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional.

Ia menjelaskan, perayaan Idulfitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat yang biasanya terkonsentrasi di berbagai titik. Seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, terminal, bandara, pelabuhan, hingga kawasan permukiman.

Selain pengamanan lalu lintas dan keamanan, aparat juga mewaspadai peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Lebaran. Ini termasuk meningkatnya permintaan bahan pokok, bahan bakar minyak, LPG, dan kebutuhan energi seperti listrik.

“Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama agar tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok yang tidak terkendali,” katanya.

Di sisi lain, potensi bencana alam juga menjadi perhatian. Curah hujan yang tinggi dan tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah. Selain itu, potensi bencana nonalam maupun gejala sosial seperti konflik agraria juga perlu diantisipasi sejak dini.

Siapa Saja Petugas yang Turun?

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, sebanyak 3.928 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari 1.995 personel Polri, 335 personel TNI, serta 1.598 personel dari berbagai instansi terkait.

Aparat juga akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan, yakni 22 pos pengamanan, 14 pos pelayanan, serta beberapa pos terpadu.

Adapun objek yang menjadi sasaran pengamanan meliputi sembilan lokasi salat Id, 12 terminal, 19 pelabuhan, enam bandara, 45 pusat perbelanjaan, serta 101 destinasi wisata di wilayah Kalimantan Timur.

Endar menegaskan rapat koordinasi lintas sektoral menjadi momentum penting. Untuk memperkuat sinergi antarinstansi. Sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem koordinasi di lapangan.

“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercapai kesamaan persepsi dan tersusun langkah-langkah strategis yang komprehensif. Sehingga pengamanan Idulfitri dapat berjalan optimal dan masyarakat merasa aman serta nyaman,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses