Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal di Proyek RDMP
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap secara optimal. Dalam berbagai proyek strategis nasional yang berjalan di daerah, termasuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar, menjelaskan bahwa pengawasan ketenagakerjaan secara struktural merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meski demikian, pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh petugas yang berada di daerah. Termasuk di Kota Balikpapan.
“Pengawasan ketenagakerjaan memang menjadi kewenangan provinsi. Namun, personel pengawasnya ada di Balikpapan, jumlahnya sekitar 10 orang. Selama ini kami selalu berkoordinasi secara intens dengan pengawas ketenagakerjaan dari provinsi,” ujar Adamin, Minggu (25/1/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan juga turut dilibatkan dalam tindak lanjut hasil pengawasan ketenagakerjaan, khususnya yang berkaitan dengan implementasi kebijakan dan kondisi di lapangan.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan ketenagakerjaan berjalan sesuai aturan dan memberikan perlindungan bagi para pekerja.
Kebutuhan dan Peluang Kerja
Terkait proyek RDMP yang telah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Adamin menyebutkan bahwa meskipun proyek tersebut telah berjalan, kebutuhan tenaga kerja di dalamnya masih cukup besar. Hal ini menjadi peluang bagi tenaga kerja lokal Balikpapan. Untuk dapat berpartisipasi secara aktif.
“RDMP memang sudah diresmikan, tetapi kebutuhan tenaga kerjanya masih terus berjalan. Karena itu, kami mendorong agar tenaga kerja lokal bisa dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi kompetensi maupun sertifikasi,” jelasnya.
Menurut Adamin, Disnaker Balikpapan secara konsisten melaksanakan berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan kerja, menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan proyek strategis nasional yang ada di kota ini. Program tersebut mencakup pelatihan teknis, peningkatan soft skill, hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi. Serta pihak perusahaan, penyerapan tenaga kerja lokal dapat terus ditingkatkan.
Dengan begitu, kehadiran proyek strategis nasional tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Balikpapan.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Balikpapan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mampu mengambil peran dalam pembangunan,” tutup Adamin.***
BACA JUGA
