DP3A Kaltim dan DP3AKB Balikpapan Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba

Edukasi Bahaya Narkoba Bersama DP3AKB Kota Balikpapan. (Foto:Ist)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan oleh pemerintah daerah. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang dampak negatif narkoba, Kamis (21/8/2025), di Aula DP3AKB Balikpapan.

Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan bahwa edukasi ini menyasar masyarakat luas, terutama remaja dan anak-anak yang rentan terhadap godaan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya berbicara tentang kekerasan, tetapi juga menyangkut ancaman narkoba yang bisa merusak masa depan generasi muda.

“Dampak negatif narkoba memang tidak langsung terlihat di masyarakat, tetapi sangat berpengaruh bagi penggunanya. Karena itu, tugas kita adalah memberikan perlindungan dan edukasi agar anak-anak tidak terjerumus. Pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan,” jelas Noryani.

Narasumber dari BNN dan Polda Kaltim

Kegiatan KIE ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memaparkan strategi pencegahan, pola penyebaran, hingga cara mendeteksi gejala awal pada individu yang mulai terpapar narkoba. Selain itu, Polda Kaltim turut memberikan penjelasan mengenai aspek hukum, termasuk konsekuensi pidana yang dihadapi baik oleh pelaku maupun pengguna narkoba.

Materi tersebut dikemas dalam bentuk interaktif, sehingga para peserta dapat bertanya langsung mengenai kasus-kasus yang sering terjadi di lapangan. Hal ini diharapkan menambah wawasan masyarakat agar lebih tanggap terhadap bahaya narkoba di lingkungan sekitar.

Dukungan Penuh Pemkot Balikpapan

Sementara itu, Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menegaskan bahwa pemerintah kota memberikan dukungan penuh terhadap program edukasi ini. Ia menilai posisi Balikpapan yang strategis sebagai kota transit membuatnya lebih rawan menjadi jalur peredaran narkoba.

“Kasus narkoba di Balikpapan cenderung meningkat, karena posisi kita sering menjadi jalur lintas dari daerah lain. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menekan dampak negatif narkoba di masyarakat,” ujar Heria.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga menyentuh kalangan pelajar dan anak-anak. Pemerintah ingin memastikan generasi muda terlindungi sejak dini, sehingga mereka memiliki daya tahan terhadap godaan narkoba.

Melalui kegiatan ini, DP3A Kaltim dan DP3AKB Balikpapan berharap masyarakat dapat lebih waspada, mengenali tanda-tanda awal peredaran narkoba, serta mampu melindungi anak-anak dari ancaman tersebut. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda Balikpapan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses