DP3AKB Balikpapan Ingatkan Ibu Hamil Waspadai Risiko 4T

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merencanakan kehamilan dengan bijak. Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah risiko 4T, yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menegaskan bahwa pemahaman 4T bukan sekadar istilah medis, melainkan kondisi nyata yang bisa mengancam keselamatan ibu maupun bayi. “Jika tidak diperhatikan, risiko 4T dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan berujung pada kematian ibu dan anak. Karena itu, edukasi ini penting agar masyarakat lebih sadar,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).

Bahaya Hamil Terlalu Muda dan Terlalu Tua

Heria menjelaskan, kehamilan di usia terlalu muda, khususnya di bawah 20 tahun, sangat berisiko karena tubuh ibu belum matang sepenuhnya untuk menjalani proses kehamilan dan persalinan. Akibatnya, komplikasi seperti anemia, perdarahan, hingga gangguan pertumbuhan janin lebih rentan terjadi.

Sebaliknya, hamil di usia terlalu tua, yaitu di atas 35 tahun, juga menyimpan tantangan. Ibu lebih berpotensi mengalami penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, hingga preeklamsia, yang dapat membahayakan kehamilan maupun proses persalinan.

Selain usia, jarak antar kehamilan juga perlu diperhatikan. Jika kehamilan terjadi dalam rentang waktu kurang dari dua tahun sejak persalinan sebelumnya, kondisi tubuh ibu belum pulih sepenuhnya. Situasi ini dapat meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir prematur, hingga berat badan lahir rendah.

Risiko keempat adalah melahirkan terlalu banyak, yakni lebih dari empat kali. Kehamilan berulang kali dapat menguras energi dan daya tahan tubuh ibu. “Selain meningkatkan risiko komplikasi medis, faktor psikologis dan kesiapan ekonomi keluarga juga ikut terdampak,” tambah Heria.

Pencegahan Melalui Perencanaan dan KB

Untuk menghindari risiko 4T, Heria menekankan pentingnya perencanaan kehamilan yang matang. Konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan menjadi langkah awal yang perlu dilakukan pasangan suami-istri. Selain itu, pendidikan keluarga berencana (KB) juga harus terus didorong agar masyarakat memahami pilihan kontrasepsi yang tepat.

“Merencanakan kehamilan dengan baik, menjaga jarak ideal, dan memilih kontrasepsi sesuai kondisi kesehatan adalah investasi terbaik. Bukan hanya untuk keselamatan ibu, tapi juga masa depan anak-anak yang lebih cerah,” tegasnya.

Melalui kampanye edukasi 4T, DP3AKB Balikpapan berharap angka komplikasi persalinan hingga kasus kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan. Heria menutup dengan pesan agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

“Kesehatan ibu dan anak adalah prioritas utama. Jangan pernah sungkan untuk bertanya dan berkonsultasi kepada dokter atau bidan, karena pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan saat sudah terlambat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses