DP3AKB Balikpapan: Keluarga Harus Jadi Benteng Pertama Cegah Kekerasan Seksual Anak

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan kembali menegaskan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual. 

Rumah, menurut lembaga ini, harus menjadi benteng pertama dan tempat teraman bagi anak, bukan justru ruang yang membuat mereka merasa takut atau tertekan.

Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Heria Prisni, menilai komunikasi terbuka antara orang tua dan anak adalah kunci utama pencegahan. Ia mendorong orang tua untuk aktif menanamkan pemahaman sejak dini mengenai batasan tubuh, keberanian berkata tidak, hingga cara melapor ketika menghadapi situasi yang mengancam.

“Ketika keluarga peduli, anak tidak akan merasa takut bercerita. Itu langkah paling awal yang bisa menekan angka kekerasan. Makanya keluarga harus menjadi ruang aman bagi anak yang ada di sana,” ujar Heria, Sabtu (23/8/2025).

Pelaku Kerap dari Lingkungan Terdekat

Heria mengingatkan, banyak kasus kekerasan seksual justru melibatkan pelaku yang berasal dari lingkungan terdekat anak, baik keluarga besar, tetangga, maupun orang-orang yang seharusnya dipercaya. Karena itu, keluarga perlu memastikan anak tumbuh dengan rasa aman dan tahu ke mana harus meminta pertolongan.

“Kami menemukan banyak kasus yang sulit terdeteksi sejak awal karena pelaku menggunakan intimidasi halus. Anak sering merasa bingung dan takut. Di sinilah peran keluarga sangat penting untuk membangun kepercayaan,” jelasnya.

Edukasi dan Sistem Pelaporan

DP3AKB Balikpapan mendorong agar pengawasan orang tua tidak sebatas fisik, melainkan juga melalui pendekatan komunikasi. Anak harus merasa nyaman menceritakan pengalaman mereka tanpa khawatir dihakimi. Selain itu, lingkungan sekitar juga dituntut peduli agar kasus cepat terdeteksi.

“Kalau komunikasi terjalin sejak dini, anak akan lebih mudah memberi sinyal ketika ada sesuatu yang mengancam dirinya. Jika masyarakat peduli, kasus bisa lebih cepat terdeteksi. Kami butuh sekali dukungan semua pihak,” tambah Heria.

Selain mengedukasi keluarga, DP3AKB juga memperkuat sistem pelaporan cepat. Layanan aduan kini tersedia melalui berbagai kanal, mulai dari hotline darurat, jejaring di kelurahan, hingga laporan langsung ke kantor dinas. Pemerintah daerah pun bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan korban mendapat perlindungan segera setelah laporan masuk.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tangani dengan serius. Kami tidak akan membiarkan satu kasus pun terabaikan. Kami ingin masyarakat tahu mereka tidak sendirian. Laporan kami tindaklanjuti, dan korban akan mendapat pendampingan,” tegas Heria.

Komitmen Perlindungan Anak

Heria menekankan bahwa perlindungan anak dari kekerasan seksual adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, sekolah, hingga komunitas harus terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Menurutnya, keberhasilan pencegahan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi sangat bergantung pada keberanian keluarga dan masyarakat untuk peduli serta melapor.

“Stigma dan rasa takut sering membuat kasus terlambat terungkap. Karena itu, mari kita ubah cara pandang. Anak harus kita lindungi, bukan kita salahkan. Keluarga adalah garda terdepan dalam memastikan anak-anak Balikpapan tumbuh dengan aman, sehat, dan bahagia,” tutupnya.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses