DP3AKB Balikpapan Nilai Lonjakan Aduan Jadi Indikasi Positif Kesadaran Warga

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prisni, menegaskan bahwa meningkatnya jumlah aduan masyarakat terkait kasus kekerasan maupun pelanggaran hak anak tidak bisa dipandang sebagai hal negatif. 

Menurutnya, tren ini justru menandakan kesadaran warga semakin tinggi untuk melaporkan masalah yang terjadi di sekitarnya.

“Sisi positif dari tingginya angka aduan ini adalah menunjukan tingkat kepercayaan warga terhadap DP3AKB Balikpapan semakin baik. Di sisi lain, kami bisa menangani lebih awal kasusnya sehingga tidak sampai ke ranah hukum untuk pelaporannya,” ujar Heria, Selasa (5/8/2025).

Layanan 24 Jam Tingkatkan Kepercayaan Publik

Heria menjelaskan, DP3AKB terus menggencarkan sosialisasi ke masyarakat serta memperluas akses layanan pengaduan. Salah satunya melalui layanan hotline 24 jam yang mempermudah masyarakat melaporkan kejadian. Jaminan kerahasiaan identitas pelapor juga menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan publik.

“Ini juga menandakan warga sudah mulai percaya bahwa data pribadi mereka tidak akan dipublikasikan,” jelasnya.

Setiap aduan yang masuk, lanjut Heria, sebisa mungkin langsung ditangani oleh tim DP3AKB. Namun jika ada kasus yang membutuhkan langkah hukum lebih lanjut, pihaknya bekerja sama dengan Polda Kaltim untuk penyelesaian.

Tantangan Menuju KLA Paripurna

Dalam kesempatan tersebut, Heria juga menyinggung soal target Balikpapan untuk meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) Paripurna, setelah sebelumnya menyandang status KLA Utama. Menurutnya, meskipun target ini menjadi motivasi, namun ada tantangan besar yang harus dihadapi.

“Untuk predikat tertinggi itu, syaratnya daerah harus nol kasus. Ini kan hampir tidak mungkin, karena setiap hari saja ada pengaduan, baik di Polda Kaltim maupun di DP3AKB,” tegasnya.

Meski begitu, Heria menekankan bahwa status KLA bukan sekadar soal penghargaan, melainkan komitmen nyata dalam melindungi anak. Balikpapan saat ini sudah mendapat undangan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk menerima penghargaan. Namun, apakah predikat yang diberikan masih KLA Utama atau berhasil naik ke Paripurna, belum bisa dipastikan.

Heria menutup dengan optimisme bahwa dengan sinergi seluruh pihak pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, hingga masyarakat Balikpapan bisa terus memperkuat sistem perlindungan anak.

 “Yang terpenting bukan sekadar gelar, tetapi bagaimana anak-anak di kota ini benar-benar terlindungi dan bisa tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bahagia,” pungkasnya.***

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses