DPR Sebut Perputaran Uang Mudik Capai Ratusan Triliun, Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah dan UMKM

Ilustrasi Mudik / Kemenhub
Mudik / Kemenhub

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Momentum Lebaran 1447 Hijriah dinilai bukan sekadar tradisi mudik semata, melainkan instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat tahun ini menjadi pengungkit utama perputaran uang di daerah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam mengelola arus mudik berdampak langsung pada penguatan sektor riil, mulai dari transportasi, kuliner, hingga geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perputaran Uang Tembus Ratusan Triliun

Lamhot memproyeksikan perputaran uang selama periode Lebaran 2026 mencapai angka yang fantastis. Hal ini dipicu oleh tingginya konsumsi rumah tangga yang tersebar hingga ke pelosok daerah tujuan mudik.

“Momentum ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat di daerah,” ujar Lamhot Sinaga, Senin (23/3/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan agar UMKM mampu menangkap peluang emas ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan, guna menyerap potensi belanja para pemudik.

Pariwisata dan Okupansi Hotel Meroket

Selain sektor perdagangan, industri pariwisata daerah diprediksi mengalami masa panen. Tingginya kunjungan ke destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner otomatis mengerek angka okupansi hotel secara signifikan.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Lamhot menyoroti tiga poin krusial bagi pemerintah daerah:

  1. Kesiapan Infrastruktur: Memastikan aksesibilitas menuju objek wisata tetap lancar.
  2. Kualitas Layanan: Menjaga standar kebersihan dan keramahan demi pengalaman positif wisatawan.
  3. Keamanan: Menjamin kondusivitas di titik-titik keramaian agar perputaran uang tetap stabil.

Sinergi Pusat-Daerah dan Rekayasa Lalin

Keberhasilan ekonomi Lebaran tahun ini juga dikaitkan dengan kelancaran mobilitas. Lamhot menilai rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi yang diterapkan pemerintah berkontribusi besar dalam mempercepat distribusi ekonomi.

“Semakin lancar mobilitas masyarakat, maka semakin besar pula potensi perputaran uang yang terjadi. Jika dikelola dengan baik, mudik adalah instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi agar tidak hanya berpusat di kota besar,” pungkasnya. / DPR

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses