DPRD Balikpapan Soroti Kabel Udara Semrawut, Dorong Sistem Bawah Tanah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Penataan kabel udara yang semrawut di berbagai ruas jalan menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan. Selain mengganggu estetika, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa penertiban kabel kini tidak lagi sekadar soal keindahan kota, tetapi juga menyangkut aspek keamanan publik.
Menurut Fauzi, berdasarkan komunikasi terakhir dengan Komisi III DPRD, proses penertiban saat ini tengah berjalan dan diarahkan pada penggantian kabel udara menjadi sistem kabel bawah tanah.
“Upaya penertiban sedang berjalan. Arahnya adalah mengganti kabel udara ke kabel bawah tanah. Kami masih menunggu detail objek dan tahapannya karena ini ranah Komisi III,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menambahkan, penataan kabel ini juga menjadi perhatian Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, serta sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait konsep Indonesia Asri. Dalam konsep tersebut, penataan kota diarahkan untuk menghilangkan kabel melintang di udara serta baliho liar yang merusak estetika.
“Kita ingin wajah kota lebih rapi. Tidak ada lagi kabel lalu lalang yang mengganggu pemandangan,” tegasnya.
Fauzi menilai persoalan kabel gantung bukan hanya berdampak pada kerapian tata kota. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, kabel udara berisiko roboh atau putus, bahkan dapat memicu korsleting hingga kebakaran.
Ada Faktor Cuaca
Ia mencontohkan sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan Utara, yang tergolong rawan. Selain faktor cuaca, keberadaan satwa liar seperti bekantan yang kerap melintas di kabel turut meningkatkan potensi gangguan dan risiko keselamatan.
“Ini bukan hanya di Balikpapan Utara, tapi hampir di seluruh kecamatan problemnya sama. Kabel gantung sangat mengganggu dan berisiko bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain kabel utilitas umum, instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih banyak menggunakan kabel udara juga akan menjadi perhatian dalam pembahasan rapat besar DPRD mendatang.
Komisi II memastikan akan terus berkoordinasi lintas komisi bersama pemerintah kota agar penataan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pasalnya, pembangunan sistem kabel bawah tanah membutuhkan perencanaan teknis yang matang serta dukungan anggaran yang tidak sedikit.
“Kami berharap saat rapat besar nanti, ini bisa dibahas lebih komprehensif agar implementasinya sesuai harapan bersama,” kata Fauzi.
DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kabel udara, khususnya saat terjadi cuaca ekstrem. Ke depan, penataan utilitas kota diharapkan mampu menghadirkan Balikpapan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, terutama sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.***
BACA JUGA
